Sambungnya,tidak pernah diperiksa lantaran sangat percaya dengan organisasi dimaksud. Tidak pernah dipublikasikan, lantaran tidak ada yang mengungkit dan menuding seperti viral di media sosial beberapa waktu lalu. Tidak pernah ada kasus, karena semuanya sesuai aturan.
“Jika ditanyakan secara lisan, kami jawab secara lisan. Jika melalui media sosial kami jawab dengan media sosial. Jika secara tertulis dengan surat resmi, kami juga akan menjawab melalui surat. Jadi tugas kami selaku pemerintah memberikan jawaban dan penjelasan, agar mereka yang tidak paham menjadi paham, sehingga kebenaran itu terlihat. Perhatian pemerintah dalam bentuk bantuan dana hibah selalu ada, namun dikatakan kurang perhatian.
Hal itu kan tidak baik, sebab bisa menimbulkan isu yang negatif ditengah masyarakat, apalagi ini menyangkut wibawa pemerintah,” terangnya.
Namun,tidak hanya persoalan Koni dan Persada Abdya yang dijelaskan bupati, terkait penetapan Plt Sekda Abdya, Salman Alfarisi ST yang disebut-sebut sebagai tindakan nepotisme juga dipaparkan secara rinci. Posisi Sekda Abdya saat ini Plt yaitu pelaksana tugas. Dimana Salman Alfarisi merupakan Kepala Badan Keuangan Daerah (BPKD) yang kemudian diamanahkan menjadi Plt Sekda.
Sementara kondisi ini juga serupa pada periode bupati sebelumnya, yang menunjuk Drs Thamrin sebagai Plt Sekda, dan sementara yang bersangkutan saat itu masih menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah. Mengapa harus kepala keuangan, karena yang bersangkutan sangat paham mengenai kondisi keuangan daerah.
“Dia yang menyusun anggaran karena undang-undang. Pada dasarnya tugas dia bertambah, fasilitas dan tunjangan jabatan tidak ada, yang ada resiko pekerjaan. Apa ada yang mau menjadi Plt Sekda, jika ada segera saya proses pergantiannya. Plt itu tidak lama, dia sementara sambil menunggu proses lelang jabatan dan penetapan Sekda definitif selesai.
Jika Sekda definitif telah ada, maka Plt itu kembali ke tugas pokoknya. Ini malah disebut nepotisme, bupati mengangkat adik kandungnya sebagai Plt Sekda,” tuturnya yang disambut gemuruh tepuk tangan dan gelak tawa peserta sidang paripurna.







