Polres Labuhanbatu Amankan Bandar Narkoba dan Belasan Paket Sabu

Polres Labuhanbatu amankan tersangka BN terduga bandar narkoba di gubuk yang dijadikan sebagai lokasi transaksi jual beli sabu-sabu. (Foto/Ist)

LABUHANBATU | Personel Satres Narkoba Kepolisian Resor Labuhanbatu menggerebek sebuah gubuk yang dijadikan lapak transaksi sabu serta mengkonsumsi sabu-sabu.

Selain mengamankan seorang terduga pelaku bandar narkoba, belasan paket sabu dan alat isap serta uang tunai juga puluhan plastik klip kosong turut diamankan petugas dari Dusun Aek Pala, Desa Janji, Kecamata Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, pada hari Selasa, tanggal 16 Januari 2024.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Dr Bernhard L Malau SIK MH melalui Kasi Humas AKP Parlando Napitupulu SH, Rabu (17/1/2024) kepada wartawan menyebutkan, terkait yang diamankan Satres Narkoba merupakan pelaku tindak pidana narkotika yang berstatus sebagai bandar.

Pada pengerebekan tersebut, BN alias Bahar (41) warga setempat, terduga pelaku bandar sabu diamankan personel dari tim gabungan Unit I dan II Satres Narkoba yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Roberto P Sianturi beserta Kanit I Ipda Ramadhan Hilal dan Kanit II Ipda Ropensus Manik SH, saat melakukan pemaketan dari plastik klip yang sedang ke plastik klip-klip kecil, sebut Parlando Napitupulu.

“Pelaku mendirikan 2 gubuk yang dijadikan lapak, yaitu 1 gubuk dijadikan lapak yang digunakan sebagai lokasi transaksi dan 1 gubuk lainnya dijadikan lapak untuk mengkonsumsi sabu,” sebut Parlando.

Dari interogasi awal, sambung Parlando Napitupulu, pelaku mengakui telah menjalankan bisnis haramnya selama 1 bulan terakhir, setelah sebelumnya sempat berhenti pada tahun 2015 lalu. Penggerebekan ini merupakan tindak lanjut dari informasi yang didapat pihak kepolisian.

“Kita mengapresiasi masyarakat yang mau turut serta membantu memberikan informasi terkait peredaran sabu kepada kita,” ujar Kasi Humas.

Parlando Napitupulu menambahkan, berbagai barang bukti diamankan yaitu, dari uang tunai hasil transaksi, sabu juga alat isap yang sengaja disediakan untuk konsumen yang membeli dan langsung mau memakai di lokasi tersebut. Pada umumnya yang datang merupakan warga luar daerah yang telah mengetahui adanya penjualan sabu di lokasi itu.

“Pondoknya kita hancurkan bersama perangkat desa dan disaksikan masyarakat setempat,” terang Parlando.

Parlando Napitupulu diakhir keterangannya menghimbau kepada masyarakat jangan pernah mengkonsumsi narkoba dikarenakan sangat berbahaya terutama untuk kesehatan tubuh. “Masyarakat juga diminta untuk memberikan informasi yang akurat kepada pihak kepolisian bila mana mengetahui adanya transaksi peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya,” pinta Parlando Napitupulu.

Reporter : Robert Simatupang