Prof. Mustafa Kamal Rokan : Zakat Lambang Kemakmuran

Ustad Prof. DR Mustafa Kamal Rokan MHI, memberikan ceramah agama di Masjid Raya Miftahul Iman

MEDAN | Membayar zakat bagi umat Islam merupakan sarana dalam menunaikan kewajibannya, Kemampuan membayar zakat dikatagorikan sungguh relatif, karena itu tidak berdasarkan kebaikkan seorang muslim.

“Mereka yang membayar zakat bukan disebut sebagai orang baik di mata masyarakat sesama manusia, karena itu bagian dari rukun di Agama Islam,” kata Prof. DR Mustafa Kamal Rokan MHI dalam ceramah agama yang disampaikan pada pengajian Minggu (19/05/2024) Subuh di Masjid Raya Miftahul Iman, Jalan Panglima Denai/Jermal VII Medan Denai, Sumatera Utara.

Menurutnya, pada dasarnya zakat bisa disebut sebagai lambang kemakmuran karena sarana pembersihan jiwa maupun harta seorang muslim. Ibarat pohon yang dipotong, maka akan bersemi kembali dan akan menghasilkan tunas baru yang lebih banyak.

Jadi dengan membayar zakat ataupun sedekah maka Allah memberikan jaminan bahwa sebagian harta yang kita berikan untuk kemaslahatan umat, maka akan menghasilkan atau dikembalikan Allah lebih banyak rezeki, sebut sang profesor.

Makanya jika pohon yang awalnya tumbuh sebatang, kemudian kita bersihkan dengan diputik maka selanjutnya dipastikan pohon tersebut akan menhasilkan tumbuhan baru yang jumlahnya menjadi semakin banyak, begitulah ibarat jika seorang muslim membersihkan hartanya dengan berzakat atau bersedekah.

Menurut Mustafa Kamal Rokan, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membayar zakat. Selain Zakat Fitrah yang setiap memasuki Ramadan sampai menjelang Idul Fitri dibayarkan, ada juga zakat harta yang penghitungannya sudah ada masing masing dan cara membayarnya juga tidak rumit.

“Allah tidak mempersulit aturan yang ajarannya sesuai dengan Alquran. Karena turunnya kalam suci tersebut melalui Nabi Muhammad tujuannya adalah membalik semua kesalahan kepada hal hal menuju kebaikkan,” sebutnya.

Jadi semua itu bergantung kepada kita masing masing orang khususnya umat muslim, mau berbuat baik atau tidak, kembali kepada kita semua, kata Dosen UINSU tersebut. Or – 07