Aceh  

Pukat Kolong Resahkan Nelayan di Aceh Singkil

Lokasi perairan Gosong Telaga Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil.

ACEH SINGKIL | Nelayan di Gosong Telaga Kecamatan Singkil Utara mengaku resah dengan munculnya Pukat Kolong yang belakangan terlihat kembali di wilayah tangkap perairan Anak Laut Kabupaten Aceh Singkil.

Mereka biasanya beroperasi pada malam hari, kalau siang dipastikan tidak akan berani karena takut dilihat nelayan lain. Sehingga mereka menyembunyikan alat tangkap yang dilarang itu saat siang hari, dan malam baru beroperasi, kata Nelayan dari 3 desa yang tidak ingin disebutkan namanya R, S dan N, kepada Orbitdigital, Sabtu (3/9).
“Ini sudah terjadi dua hari lalu, tepatnya pada Kamis malam, penggunaan alat tangkap ikan Pukat Kolong. Sehingga kami nelayan tradisional di Gosong Telaga semakin resah,” kata sejumlah nelayan berinisial R, S dan N serta beberapa nelayan lainnya.

Pj Bupati Aceh Singkil Marthunis, ST DEA menanggapi keluhan nelayan tersebut kepada Orbitdigital menegaskan, agar masyarakat yang mendapat informasi penggunaan alat tangkap pukat kolong tersebut dapat segera melaporkan ke Dinas Perikanan.

Sehingga pelaku bisa ditindak sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. “Tolong bagi warga yang mempunyai informasi penggunaan alat tangkap yang merusak ini segera menghubungi bidang pengawasan Dinas Perikanan,” sebut Marthunis.

Lebih lanjut R, S dan N mengungkapkan, alat tangkap pukat kolong ini dampaknya sangat fatal jika beroperasi di wilayah tangkap tradisional. Karena mengakibatkan jaring-jaring nelayan, Jaring Kepiting maupun Jaring tradisional rusak akibat penarikan Pukat Kolong itu. Disamping itu yang paling parahnya dapat menghancurkan bibit-bibit ikan dan biota laut lainnya.

Alat tangkap Pukat Kolong ukurannya hanya 2 meter. Akan tetapi terbuat dari besi dan ditarik dengan Robin. Sehingga mengakibatkan hancur semua bibit-bibit maupun biota laut yang ada. Ini sangat meresahkan karena merusak semua tatanan bawah laut dan membunuh bibit-bibit ikan yang ada, sebutnya kesal.

Mereka juga mengaku sudah melaporkan persoalan tersebut kepada Kepala Desa di Gosong dan juga kepada Panglima Laut di Kemukiman Gosong Telaga.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Desa (Keuchik) Gosong Telaga Utara Muhammadin membenarkan sudah ada nelayan yang datang melaporkan terkait maraknya pukat kolong yang beroperasi.


Padahal nelayan yang menggunakan alat tersebut sudah pernah di tangkap Polres Aceh Singkil setahun yang lalu. Kini sudah marak lagi.

Reporter : Helmi