PWI Madina Jadi Laboratorium Jurnalistik, Mahasiswa STAIN Langsung Praktik Lapangan

Pengurus PWI Madina berphoto bersama dengan sembilan Mahasiswan STAIN

MADINA | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali menegaskan perannya sebagai ruang pembelajaran jurnalistik dengan menerima sembilan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Senin (12/1/2026).

Program PPL ini akan berlangsung selama 40 hari, dengan fokus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam dunia jurnalistik profesional serta dinamika keorganisasian di tubuh PWI Madina.

Melalui program tersebut, para mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan teori akademik yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam praktik nyata, sekaligus memperkuat kompetensi di bidang kepenulisan berita, peliputan lapangan, kehumasan, serta etika jurnalistik.

Kedatangan mahasiswa PPL STAIN Madina didampingi oleh Dosen Pembimbing Fakultas Manajemen Dakwah, Rahmi Nasution, dan disambut langsung oleh Ketua PWI Madina Zamharir Rangkuti, Sekretaris Edy Junaedi, serta Bendahara M. Saima Putra di Sekretariat PWI Madina.

Dalam sambutannya, Rahmi Nasution menekankan pentingnya tanggungjawab dan kedisiplinan mahasiswa selama mengikuti PPL.

Mahasiswa diharapkan menjaga etika, mematuhi arahan pamong, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengalaman dan keterampilan jurnalistik secara profesional, ujar Rahmi.

Sementara itu, Ketua PWI Madina Zamharir Rangkuti menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa PPL dari STAIN Madina merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara kedua institusi.

“Mahasiswa STAIN Madina yang melaksanakan PPL di Sekretariat PWI bukanlah yang pertama. Program ini telah berjalan untuk ketiga kalinya sebagai bentuk sinergi dan komitmen bersama dalam mencetak generasi muda yang melek jurnalistik dan berintegritas,” tegas Zamharir Rangkiti.

Program PPL ini diharapkan mampu melahirkan calon-calon jurnalis dan praktisi komunikasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai etika dan tanggungjawab sosial.

Reporter: OD 34