Ragam  

Rotan Muda Bakar (Pakkat), Santapan Berbuka Puasa Khas Mandailing yang Legen

Imam Syafii pedagang Rotan Bakar atau Pakkat musiman sebagai menu Berbuka Puasa di jalan Sisingamangaraja Medan. Rabu (4/3/2026) Orbitdigital/Iwan gunadi

MEDAN | Bulan Ramadan menjadi momentum bagi sebagian warga yang berdagang menu makanan berbuka puasa. Berbagai menu bisa didapat, hingga menu khas yang hadir hanya saat bulan Ramadan saja.

Salah satunya Pakkat atau batang Rotan muda yang di bakar dan di ambil isinya lalu  campur dengan cabai sebagai menu berbuka. Dagangan berbuka puasa khas Mandailing tersebut terdapat di Jalan Sisingamangaraja Medan depan Jalan Garu lll, Rabu (4/3/2026).

“Kami berjualan hanya saat bulan puasa saja, dengan menghabiskan perharinya 6 ikat yang per ikatnya berjumlah 100 batang. Rotan muda didatangkan langsung dari ujung tanjung Provinsi Riau” ujar Imam syafii pedagang pakkat musiman.

Sedangkan harga Pakkat per batangnya Rp5.000. untuk omset penjualan saat Bulan Suci Ramadan lumayan menjanjikan di bandingkan bulan lainnya.

“Alhamdulillah karena kami jualan musiman, jadi pada Bulan Ramadan hasilnya lumayanlah dibandingkan bulan lainnya,” ungkapnya

Tidak hanya Pakkat imam Syafii menjual menu khas Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal lainnya. Berupa ikan asap atau Saleh. Seperti ikan jurung, limbat kampung , Baung, hingga ikan gabus.

Untuk harganya bervariasi dari Rp25.000 hingga Rp35.000. sepeti ikan limbat kampung saleh 1 ons nya Rp30.000, sedangkna ikan baung 1 ons nya Rp35.000, ikan  jurung atau merah di banderol Rp35.000 per onsnya.

Untuk pembeli merupakan warga yang melintas naik kendaraan mobil maupun sepeda motor. Ada juga sebagian warga setempat. Syafii  juga menjelaskan manfaat pakkkat saat berpuasa agar tenggorokan tidak kering.

Armi warga Aceh  salah satu pembeli mengatakan sangat suka dengan Rotan Bakar sebagai lauk berbuka puasa.

“Rasanya enak sekarang harganya perbatang Rp. 5.000 dulunya Rp10.000 tiga batang. Saya  membeli untuk lauk saat berbuka di campur dengan sambal sebagai lalapan,” terangnya. (OM/011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *