Sikapi Isu ‘Kerangkeng’ di Kuala, Jubir TRP : Banyak Warga Minta Dibina

Tempat Pembinaan Bagi Pengguna Narkoba

Kerabat TRP, Suaprman Perangin-angin menerangkan, ‘kerangkeng’ milik TRP bukanlah tempat rehabilitasi, melainkan tempat pembinaan bagi pengguna narkoba dan kejahatan sosial. Terkait persoalan hukum, pihaknya menyerahkan kepada yang berwajib.

“Keluarga kami tidak pernah memaksa siapapun untuk dibina di sini. Kami tidak pernah memenjarakan siapapun. Kami menerima penyerahan orang tua dari pengguna narkoba, agar dibina di sini,” tegas Suparman.

Makanan Layak dan Segar

Sumingin dan N br Tarigan sangat berterima kasih kepada TRP, yang sudah menyediakan tempat pembinaan korban penyalahgunaan narkoba bagi anaknya. Mereka mengaku, tidak ada dipungut biaya apapun selama menitipkan anaknya di sana.

“Sekarang anak saya sudah sembuh dan terbebasa dari narkoba. Dia sekarang sudah bekerja dan tidak pernah ngambil (mencuri) pinang dan sawit lagi. Kata orang, dulu anak saya pemake sabu, keretanya pun digadaikan. Aku sendiri yang ngatar anakku ke sini,” ketus Wanita paruh baya itu.

Hal senada juga disampaikan warga yang hadir di sana. Mereka adalah paraa orang tua yang pernah menitipkan anaknya di tempat pembinaan milik TRP. Setelah menjalani pembinaan di sana, keluarga mereka bisa kembali ke tengah masyarakan untuk menjalani hidup normal.

Keterangan dari juru masak di kediaman TRP, makanan yang disajikan untuk waga binaan juga memrupakan menu yang layak untuk dikonsumsi. Bahkan, istri TRP selalu mengawasi menu yang akan dimakan untuk warga binaan. Korban penyalahgunaan narkoba di sana, selalu diberikan masakan dari sayuran dan ikan segar untuk dikonsumsi.

Reporter: Susanto