Soal Perhelatan Pilkades Bulu Cina, ‘Diam Diam Merayap’

DELI SERDANG |

Sebentar lagi, 304 Desa di Kabupaten Deli Serdang siap menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada 18 April 2022, tepat 16 Ramadhan 1443 Hijriyah.

Tentunya,  pelaksanaan pesta demokrasi yang digelar ketika bulan suci umat Islam itu merupakan faktor utama yang dapat membuat suasana perhelatan Pilkades menjadi aman, kondusif dan terkendali.

“Digelarnya Pilkades pada bulan Ramadhan ini jelas dapat membuat suasana menjadi damai. Sebab, para Calon Kades dan pendukungnya yang mayoritas muslim dan muslimah sedang melaksanakan ibadah. Baik itu ibadah puasa siang hari maupun ibadah sholat tarawih dan tadarus malam harinya”, kata Pemimpin Perusahaan Harian Orbit Dodi Hamzah Pohan, Selasa (12/4/2022).

Menurut Dodi Hamzah Pohan,  sistim sosialisai yang para Calon Kepala Desa (Cakades) dan pendukungnya di bulan suci Ramadhan terkesan ‘diam diam merayap’. Artinya, Cakades dan pendukungnya tidak terlalu vulgar atau eforia dalam berkampanye.

Seperti di tempat tinggal saya, ungkap Dodi Pohan, Desa Bulu Cina Kecamatan Hamparan Perak, merupakan salah satu Desa di Kabupaten Deli Serdang  yang juga bakal menggelar perhelatan Pilkades 18 April 2022 nanti.

“Strategi politik antara Cakadesnya adem ayem saja. Kampanye mereka tidak ada riak riak saling menuding, menyudutkan dan memburukan. Pokoknya tidak ada niat calon untuk mebongkar keburukan calon lain”, sebut pengurus Serikat Media Siber Indonesia Sumutera Utara itu.

Padahal, sambung Dodi Pohan, namanya politik walaupun tingkat desa, sah saja jika terjadi saling bongkar membongkar ‘track record’ atau ‘rekam jejak’ lawan politik.

“Tapi,  itulah Desa Bulu Cina, yang mungkin telah menjadi tradisi masyarakatnya suka berlapang dada atau sering disebut dengan legowo”, ujar Pimpinan Perusahaan Media Siber Orbit Digital tersebut.

Reporter : Ilham Siregar