LANGKAT | Robohnya pohon dan patahan dahan yang berulang kali ‘menelan’ korban di Jalan Proklamasi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, santer diperbincangkan.
Sebelumnya diberitakan, insiden pohon tumbang di kawasan Titi Penceng tersebut menimpa tiga orang pengendara sepedamotor, Resmi Ginting dan istrinya Rosmiati, warga Lingkungan XII Lintasan Kelurahan Kwala Bingai. Sedangankan 1 orang remaja yang untuk sementara belum diketahui identitas.
Menyikapi insiden ini, DPRD Langkat segera memanggil Bupati Langkat selaku kepala daerah. Ia mengungkapkan, semestinya, pemerintah daerah hadir untuk memberi solusi terkait hal tersebut.
“Kami akan panggil Bupati Langkat H Syah Afandin, untuk bahas hal ini. Jangan nunggu korban berjatuhan lagi baru cari solusi. Warga sudah marah, jadi jangan dianggap sepele hal ini,” ucap Anggota DPRD Langkat dari Fraksi NasDem Aga Satria Purba, Kamis (28/8/2025) siang.
Aga menambahkan, selain bupati, instansi terkait juga bakal dipanggil terkait peremajaan pohon-pohon perindang. Kadis LH Langkat, termasuk oknum yang bertanggungjawab dalam hal perawatan pohon berpotensi menimbulkan bahaya.
“Kita mendengar, ada pungutan biaya bagi masyarakat yang memohon untuk peremajaan ranting pohon ke Dinas LH. Kalau tak bayar, permohonan gak digubris,” ketus Fraksi NasDem DPRD Langkat dengan nada kesal.
Mirisnya lagi, sambung Aga, kayu-kayu dari pohon perindang yang ditebang, tidak tahu kemana raibnya. Dinas LH dan Pemkab Langkat terkesan main mata terkait hal ini. Padahal, pemotongan dan pengangkutan kayu dilakukan dengan terang-terangan.
“Seperti yang kita ketahui, kayu dari pohon- pohon itu termasuk aset daerah. Jika ada aktivitas transaksional terkait hal ini, harus jelas dan transparan alurnya. Jangan main- main dan sesuka hati dalam hal ini. Bupati juga jangan tutup mata,” tegas Aga, saat dimintai tanggapan konfirmasi wartawan.
Korban Dirawat
Sebelumnya. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Langkat, Ansyari menyampaikan, korban luka-luka dan pihaknya telah membawa para korban ke rumah sakit.
“Ketiga korban tersebut telah mendapat perawatan medis di RS Putri Bidadari, Wampu,” ujarnya kepada wartawan, Rabu malam, (27/8/2025).
Kepala Pelaksana BPBD juga menuturkan, korban pohon tumbang di kawasan Titi Penceng Lingkungan lX Kelurahan Kwala Bingai, Stabat bernama Resmi Ginting dan istrinya Rosmiati, warga Lingkungan XII Lintasan Kelurahan Kwala Bingai. Sedangankan 1 orang remaja yang untuk sementara belum diketahui identitas.
“Tadi kami telah membawa para korban untuk mendapat pertolongan medis dan saya telah melihat langsung kondisi korban. Pemkab Langkat membantu pengobatan mereka,” ucap Ansyari. (OD-20)







