Subdit Indag Polda Sumut Bongkar Gudang Oli Illegal

Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi didampingi Kombes DR Teddy Marbun saat konfrensi pers, di Kompleks Pergudangan Cemara Cahaya Mas Desa Tanjung Selamat, Jumat (25/8/2023)

MEDAN | Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut mendalami jaringan pemasar oli illegal yang tidak sesuai Standart Nasional Indonesia (SNI) pascapenggerebekan gudang di Percut Seituan.

Praktik pemalsuan produk itu telah berlangsung lama dan rata-rata jumlah produksi perhari cukup lumayan. Selain itu, adanya dugaan keterlibatan pihak lain sehingga proses produksi dan pemasaran berjalan mulus.

Sebelumnya, Subdit I/Indag Direktorat (Dit) Reskrimsus menggerebek pabrik oli illegal di Kompleks Pergudangan Cemara Cahaya Mas Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang – Sumatera Utara, Jumat (25/8/2023)

“Pelanggaran tindak pidana dengan sengaja memproduksi, dan memasarkan oli yang tidak sesuai Standart Nasional Indonesia (SNI),” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi didampingi Kombes DR Teddy Marbun kepada wartawan, Senin (28/8/2023).

Ia menyebutkan, pengungkapan itu berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi masyarakat dengan adanya gudang yang diduga tempat memproduksi oli hingga pengemasan oli dan air radiator tanpa izin.

Selanjutnya, dari penindakan tindak pidana pemalsuan oli, Subdit Indag berhasil mengamankan 4 orang tersangka, yaitu inisial N, AP, SW dan P.

Keempat tersangka bertindak sebagai teknisi dan pelaksana, mulai produksi oli hingga memasukkan oli ke dalam kemasan dan label stiker merek.

Lalu, mengemas ke dalam kardus sampai memperjualkan oli ke beberapa daerah di Sumatera Utara.

Tak sampai disitu, petugas pun sedang memburu terduga pemilik pabrik oli dan tempat yang digunakan sebagai lokasi produksi. Diketahui identitasnya berinisial T dan kini dalam tahap pengembangan penyidikan. Untuk diharap segera menyerahkan diri.

Alhasil, dari lokasi, petugas menyita lebih dari 30 jenis barang bukti, seperti puluhan drum berisi bahan baku oli, mesin produksi oli, mesin produksi tutup botol kemasan oli berbagai merek.

Dan, mesin produksi stiker oli berbagai merek, ratusan tumpukan kardus kemasan oli berbagai merek, dan sejumlah barang bukti lain.

“Terhadap para pelaku dijerat Undang-Undang Nomor : 3 tahun 2004 tentang perindustrian, UU Nomor : 7 tahun 2014 tentang perdagangan, serta UU Nomor : 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,” terang Hadi.

Reporter, Toni Hutagalung