Pihak BPBD Provsu telah turun langsung ke lokasi terdampak bencana banjir, termasuk di Desa Hulim, Desa Aek Bargot Kec. Sosopan dan Kec. Barumun Baru, Ulu Sosa serta Kec. Sosa.
Begitu juga di beberapa desa di Kec. Barumun Baru, dimana pemukiman masyarakat terendam, dan kini sudah kembali ke desa masing-masing.
Bahkan di Desa Parapat Kec. Ulu Sosa, seorang wargan berinsial DH, 50 meninggal dunia terseret arus sungai di sekitar areal kebunnya, pada saat kejadian banjir tersebut.
Kata Mahfullah, hasil peninjauan lapangan dan penanganan yang menjadi kewenangan provinsi dan pemerintah pusat, akan dilaporkan ke Gubsu untuk penanganan lebih lanjut, agar segera terealisasi untuk segala yang menjadi sarana untuk penangunan bencana agar supaya tidak terulang kembali.
Turut dalam rombongan tim BPBD Sumut, pihak Balai Prasarana pemukiman wilayah Sumut, Heru, selaku PPK Tanggap darurat.
“Melihat kondisi lapangan, menyusul dampak banjir ada beberapa alat yang dibutuhkan, termasuk mobil tangki air, alat pengolahan air untuk persediaan sarana air bersih bagi masyarakat, sarana dan prasarana seperti jembatan dan jalan yang rusak menjadi tanggung jawab provinsi, akan segera dilaporkan ke Gubsu,” sebut Mahfullah







