Timwas Haji DPR Perkuat Skema Murur

Marwan Dasopang (kiri) saat tiba di Bandara KAA Jedah, Kamis (6/6). Foto:marulias|mch

JEDAH | Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengatakan, Tim Pengawas Haji DPR akan mencermati penerapan skema murur dalam pergerakan rangkaian ibadah haji di Arafah, muzdalifah dan Mina (Armuzna).

“Penerapan skema murur atau jemaah tak harus turun dari bus untuk mabid (bermalam) tujuannya melayani jemaah agar merasa nyaman dalam beribadah,” sebut Marwan Dasopang saat tiba di Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jedah, Kamis (6/6), petang WAS.

Menurut Politisi PKB asal Sumatera Utara ini, dengan adanya penambahan 20 ribu kuota sehingga jemaah calon haji Indonesia tahun ini mencapi 241 ribu, itu sangat memerlukan pelayanan yang baik guna membangun kepercayaan pihak kerajaan Saudi.

Sehingga, kata Marwan, pihaknya telah mengingatkan pemerintah atau Kemenag agar benar-benar melayani dengan cermat terkait pergeseran jemaah yang begitu besar.

Menurut Marwan, pihaknya juga sangat setuju dan ikut mengawasi proses pergeseran sekitar 50 ribu jemaah dengan skema murur. “Sekitar 50 ribu jemaah tidak turun dari bus untuk bermalam, demi kenyamanan jemaah,” kata Marwan seraya merinci ketersediaan tempat hanya 0,8 meter perorang di kawasan wukuf Arafah.

Karenanya, kata Marwan, usai dari Jamarat, bagi jemaah yang cerdas tidak akan bertahan di Mina, tetapi memilih kembali ke hotel.

“Bagi jemaah yang mampu mandiri sebaiknya didorong agar langsung ke hotel usai Jamarat,” katanya.

Dia juga berharap, kesuksesan skema murur nantinya dapat menambah kepercayaan pihak Saudi untuk kuota yang besar bagi jemaah di tahun berikutnya.

Diberitakan sebelumnya, Musyawarah Pengurus Besar Harian Syuriyah Nahdlatul Ulama memutuskan bahwa mabit (bermalam) di Muzdalifah yang dilakukan dengan cara murur hukumnya tetap sah. Keputusan ini diambil dalam musyawarah yang berlangung pada 28 Mei 2024.

Mabit di Muzdalifah dengan cara murur adalah mabit (bermalam) yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Jemaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus ( tidak turun dari kendaraan), lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina.

Marulias|mch