Uang Rp1,6 M yang Hilang itu Katanya Untuk Insentif TPAD

oleh -81 views
Plt Kepala BPKAD HR Indra Saleh didampingi Kabid Anggaran BPKAD Perkasa dan Kabag Humas Pemprovsu M Ikhsan S.STP MAP saat memberikan keterangan atas hilangnya uang senilai Rp 1.672.985.500 untuk pembayaran intensif TPAD. (orbitdigitaldaily.com/Tonijer)

MEDAN– Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Provinsi Sumut (TA) 2019 senilai Rp 14 T telah usai dibahas dan disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) di Gedung Paripurna DPRD Sumut, meski diskor beberapa kali karena tidak kuorum, Senin (9/9).

Namun, dibalik kerja keras itu ada kisah piluh bagi tim penyusun anggaran daerah (TPAD) Pemprov Sumut, karena insentif yang diharapkan raib dari dalam mobil Toyota Avanza BK 1875 JZ warna silper yang terparkir di halaman kantor Pemprov Sumut di Jalan Pangeran Diponegoro Kota Medan, Senin (9/9/2019) sore.

Dana insentif itu dalam rangka pembahasan APBD yang nilainya Rp 1.672.985.500. Untuk pembayaran intensif kepada tim penyusun anggaran daerah (TPAD) yang terdiri dari BP2RD, Bappeda, Biro Pembangunan, Biro Umum dan BPKAD Provsu.

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provus, H R Indra Saleh membenarkan kejadian hilangnya uang senilai Rp 1.672.985.500 dari dalam mobil Toyota Avanza BK 1875 JZ warna silper yang terparkir dihalam kantor Gubsu.

Ia menjelaskan pembantu PPTK Aldi Budianto membawa uang itu setelah dilakukan penarikan tunai dari Bank Sumut Cabang Utama Jalan Imam Bonjol Medan pada pukul 14.47 WIB langsung menuju kantor Gubernur Sumut.

Aldi yang dibantu temannya honorer BPKAD Indrawan Ginting mencari parkiran di halaman kantor Pemprov Sumut sekitar pukul 15.40 WIB dan uang yang disimpan dalam tas itu diletakkan dibagian bangku belakang mobil tersebut.

Selanjutnya Aldi dan Indrawan bergegas untuk solat, usai solat langsung naik ke ruangangan BPKAD untuk absen pada pukul 17.00 WIB sekalian untuk pulang.

Namun, naas saat pulang melihat mobil sudah tak berisi tas lagi. Aldi pun langsung melaporkan kejadian itu sama pimpinanannya dan ke Polrestabes Medan untuk dilakukan pemeriksaan.

Atas kejadian itu Plt Kepala Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Utara H R Indra Saleh menyampaikan Informasi kehilangan itu kepada Sekda dan Gubsu.

“Kami sudah laporkan kejadian itu kepada Pak Gubernur dan Ibu Sekda. Untuk itu kita menunggu petunjuk proses hukum di kepolisian. Ini adalah musibah bagi kami ,” ujar Indra diruangan kepada Harian Orbit, Selasa(10/9).

Indra Saleh didampingi Kabid Anggaran BPKAD Perkasa dan Kabag Humas Pemprovsu M Ikhsan S.STP MAP membenarkan dari Bendahara BPKAD transfer non tunai kepada PPTK yang sudah diberikan kuasa untuk pencairan honor atau intensif kepada penerima TPAD sesuai SK Gubernur.

“Bendahara dapat menyerahkan kepada pembantu PPTK Aldi yang sudah diberikan kuasa untuk mendistribusikan intensif penerima TPAD,” ungkap Indra.

Sebelumnya Perubahan APBD 2019 yang disahkan Rp 14 T. Dari sisi belanja, semula Rp 15,5 T. Untuk pembiayaan, penerimaan semula Rp 500 miliar bertambah menjadi Rp 981,1 miliar. Pengeluaran semula Rp 283,8 miliar bertambah menjadi Rp 288,8 miliar.

Sedangkan R-APBD TA 2020 yang disahkan Rp 12,4 T dari sisi pendapatan dan belanja Rp 12,6 triliun. Dari sisi pembiayaan, disetujui penerimaan sebesar Rp 300 miliar dan pengeluaran sebesar Rp 100 miliar.

Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman menjelaskan bahwa rapat paripurna tentang Perubahan APBD Sumut TA 2019 merupakan hasil dari saran Kemendagri untuk melakukan rapat paripurna ulang dengan tenggat waktu hingga 30 September.

Reporter: Tonijer