Senada dengan hal tersebut, Prof Mochamad Ashari yang juga merupakan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November menjelaskan jika pihaknya telah menyiapkan beragam laman media sosial untuk sosialisasi seleksi masuk perguruan tinggi. Pada prinsipnya, LTMPT hadir untuk membantu lulusan SMA untuk masuk ke perguruan tinggi.
“Pada dasarnya, LTMPT membantu adik-adik yang akan masuk perguruan tinggi. Kita menyediakan serangkaian tahap itu, baik melalui SNMPTN, SBMPTN, maupun jalur Mandiri. Untuk itu perlu adik-adik untuk terus pantau informasi yang kita berikan melalui laman yang telah kita siapkan,” ujar Prof Ashari.
Ia juga menambahkan jika peran sekolah tidak terlepas dalam pendaftaran mahasiswa. Sekolah harus aktif dalam memperbaharui data peserta didiknya. Salah satunya dengan sesegera mungkin menyelesaikan pengisian data pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Setelahnya sekolah baru bisa melakukan registrasi akun LTMPT.
“Sekolah harus sigap dalam mengisi data pada PDSS, jangan mengisi data jelang mendekati batas waktu karena sangat riskan. Selain itu, sekolah juga berperan dalam menentukan siswa yang eligible untuk mengikuti seleksi, dengan kuota berdasarkan akreditasi sekolah. Akreditasi A mendapatkan kuota 40%, sementara B sebesar 25%, dan C sebesar 5%,” paparnya.
Pada tahun 2022 ini, Universitas Sumatera Utara telah menyediakan 7.150 kursi yang akan diperebutkan oleh para mahasiswa baru dalam 3 jalur penerimaan. Sebagai salah satu PTN-BH yang memegang akreditasi A, tentu persaingan untuk mendapatkan kursi di USU akan berlangsung sangat ketat. Dibutuhkan persiapan yang matang, baik secara keilmuan, maupun fisik dan mental yang kuat dari para calon mahasiswa baru USU, untuk berhasil meraih peluang tersebut. (Red).
Informasi lengkap mengenai USU dapat dilihat di http://www.usu.ac.id







