Usung Tema Pembelajar Tangguh dan Fenomena Pekerja Gig Economy, USU Wisuda 4.189 Lulusan

USU saat menggelar prosesi wisuda Periode IV Tahun Akademik 2022/2023. (Foto/Ist)

Rektor mengatakan dirinya telah berdiskusi dengan banyak alumni Universitas Sumatera Utara yang bekerja di industri berskala global dalam posisinya sebagai pegawai
dengan berbagai status, pemilik usaha, maupun pekerja lepas (freelance). Mereka yang berprofesi sebagai pegawai, menyampaikan bahwa mereka dapat menyelesaikan pekerjaannya tidak harus berada di kantor, tetapi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, serta hasilnya harus sesuai dengan ukuran yang ditetapkan.

Sementara, alumni yang berprofesi sebagai pemilik usaha menyatakan, bahwa ide dan pekerjaan akan selalu datang dari kemampuannya menawarkan solusi tentang masalah yang dihadapi oleh klien atau konsumennya. Namun, yang menarik adalah alumni yang bekerja sebagai pekerja lepas yang menjelaskan bahwa mereka bekerja dengan waktu yang cukup ketat dan sering menerima lebih dari satu klien atau konsumen dalam waktu yang bersamaan.

Jenis pekerja lepas yang disampaikan terakhir, sekarang ini, disebut sebagai fenemona gig economy yang sedang terjadi di dunia industri karena kemajuan teknologi digital. Lebih adaptif, tidak membutuhkan proses administrasi yang panjang, performance oriented, dan penghasilan yang menarik.

“Gig economy menjadi terminology dari jenis pekerjaan yang terus berkembang di era disrupsi, kemajuan teknologi digital, dan menguatnya isu lingkungan. Fenomena gig economy ini, harus mulai disikapi serius agar dampak negatifnya bisa diantisipasi sedini mungkin. Kita bisa memulainya dengan mengajukan pertanyaan, apa yang dimaksud gig economy dan bagaimana kita sebagai manusia produktif menghadapinya? Terutama bagi kita semua, wisudawan/ti Universitas Sumatera Utara dan para orang tua yang hadir hari ini, untuk merespon fenomena gig economy ini,” pesan rektor.

Gig economy, ujar rektor, memiliki banyak manfaat karena pemberi kerja akan mencari akses keberbagai macam talenta pembelajar tangguh yang dapat mereka pekerjakan. Ketika pemberi kerja tidak memilih atau mencari pekerja penuh waktu, mereka dapat merekrut pekerja dari sector gig economy. Pelajaran pentingnya adalah biasakan diri Anda para wisudawan/i Universitas Sumatera Utara untuk terus memiliki talenta berpikir sistematik dan kritis sebagai pembelajar tangguh. Tidak perlu mempersoalkan dampak negative munculnya fenomena gig economy, Karena akan merugikan kita sendiri.

Manfaatkan gig economy sebagai salah satu pilihan untuk melakukan banyak pekerjaan, bekerja dari mana saja tergantung pada pekerjaan tertentu, kebebasan, dan fleksibilitas dalam rutinitas sehari-hari. Manfaatkan kebiasaan Anda sebagai native digital untuk mengelola kemajuan telecommuting dan otomasi serta potensi crowdsourcing yang tidak terbatas untuk menghadapi gig economy. Jadilah pembelajar tangguh sesuai passion yang Saudara miliki, maka Anda akan merasakan bekerja itu sebagai bentuk kebahagiaan diri sendiri yang dilakukan sepenuh hati. Gunakan kemampuan literasi digital Saudara/i secara tepat untuk mengukir prestasi menjadi legacy tanpa batas menawarkan solusi bagi industri. Itulah sebagian ciri sebagai pembelajar tangguh menghadapi gig economy.

“Pembelajar tangguh akan selalu melakukan ikhtiar dengan cara menawarkan inovasi untuk mengatasi masalah kemanusiaan di lingkungan Saudara. Selalu berdoa untuk menguatkan keyakinan bahwa ikhtiar tidak akan mengkhianati hasil. Setiap doa dari ikhtiar yang kita lakukan berfungsi untuk mempertahankan konsistensi dan fokus agar mendapatkan hasil sesuai yang direncanakan. Siklus itu akan berjalan secara terus-menerus yang akan membuat Saudara, para wisudawan/ti, menjadi alumni yang selalu diperhitungkan dunia industri,” katanya.