Kepada para peserta Diklat, Musa Rajekshah berpesan, sebagai insan Taekwondo Indonesia harus menjunjung sportivitas dan bertanggung jawab. Apalagi sebagai seorang wasit yang diberi kepercayaan dalam memimpin pertandingan harus bersifat jujur dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kita juga harus sportif bukan saja dalam event olahraga, tetapi harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berani mengakui kesalahan dan tidak sombong atas prestasi yang kita capai. Sehingga Taekwondo Indonesia bisa berprestasi, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi mampu bersaing di tingkat internasional,” pesannya.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI Yefi Triaji mengatakan, kegiatan Diklat dan penyegaran wasit nasional dan daerah merupakan salah satu program BPTI dalam upaya meningkatkan dan menjaga kompetensi wasit – wasit nasional yang handal. ”Intinya Diklat ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan pemerataan pengetahuan para wasit,” sebutnya.







