Untuk penyaluran Bansos ini, kata Ijeck, sesuai arahan pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada pemerintah daerah, untuk tidak ragu menjalankannya. Sebab jika tujuannya untuk membantu dan tidak ada unsur atau niat lain, tentu dapat disalurkan secara maksimal.
“Salurkan saja selama tidak ada niat tertentu. Dan sekarang (sembako beras) itu sudah berjalan. Sebab penyaluran ini memang menjadi penekanan dari pemerintah pusat ,” tambahnya.
Dari Rakor yang diikuti beberapa provinsi lain, Ijeck berharap selain upaya pemerintah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, warga yang memiliki penghasilan lebih atau berkemampuan secara ekonomi, dapat melakukan aksi sosial di lingkungan masing-masing.
“Bagi pengusaha-pengusaha, organisasi-organisasi, bantulah masyarakat kita yang masih banyak kekurangan baik bantuan sembako, nasi bungkus gratis dan bentuk lainnya. Supaya juga pemerintah terbantu karena kami ada keterbatasan,” harap Wagub.
Sementara dari sisi penanganan Covid-19 di Sumut, Wagub mengatakan bahwa saat ini tengah dipersiapkan Asrama Haji Medan sebagai tempat menampung pasien. Sebelumnya juga sudah disiapkan Wisma Atlet Jalan Pancing Medan sebagai bagian dari upaya menambah 1.000 tempat tidur, guna mengantisipasi lonjakan.
“Target kita paling lama mudah-mudahan dua minggu ini sudah selesai. Asrama Haji dan Wisma Atlet,” kata Wagub, terkait ketersediaan tempat tidur saat ini, dimana tingkat penggunaannya (BOR) sudah mencapai 60 % dan ruang ICU 59 %.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan serta menjaga pola hidup sehat. Sebab pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tanpa dukungan kesadaran warga di masa pandemi Covid-19.
“Harus ada kesadaran masyarakat menjaga kesehatan, imun dia juga, serta vaksin. Kita paham kondisi ini sulit, banyak masyarakat kita yang mencari nafkah untuk makan hari ini,” pungkasnya.cr-03







