” Tujuan kami datang kesini adalah selain untuk bersilaturahmi dengan Pemerintah Kota Langsa, kami juga ingin menyampaikan amanah dari Ibu Menteri Keuangan RI yaitu apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kota Langsa atas laporan keuangan Pemerintah Kota Langsa Tahun 2020 yang dalam kondisi yang tidak mudah, namun tetap mampu menyusun dan menyajikan Laporan keuangan dengan baik dan sudah mendapat opini tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan” ujarnya.
Dikatakan, ada empat hal yang menjadi tantangan setelah memperoleh Opini WTP yaitu pertama, mempertahankan opini WTP dan meningkatkan kualitas Laporan Keuangan.
Kedua, menyelesaikan seluruh temuan BPK, oleh karena itu harus betul betul dipastikan tidak ada temuan berulang.Ketiga, memanfaatkan laporan keuangan sebagai alat analisis, dan yang keempat adalah memastikan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kemudian, Syafriadi menambahkan ada beberapa rekomendasi terkait kinerja pelaksanaan anggaran di daerah antara lain Realisasi Transfer ke daerah dan Dana Desa (TKDD) harus terserap maksimal untuk mendukung pendanaan pembangunan daerah serta perlu dilakukan penyerapan DAK fisik dan Dana Desa.
Lalu, terkait dengan Opini Laporan Keuangan, Syafriadi mengatakan kualitas laporan keuangan harus terus ditingkatkan agar opini WTP dapat dipertahankan dan memanfaatkan laporan keuangan sebagai alat analisis dalam penyusunan kebijakan.
Lanjutnya, mengenai Kinerja Pelaksanaan Anggaran dan Kesehatan keuangan Pemda, Syafriadi mengatakan perlunya optimalisasi pendapatan Pajak Daerah dan penyerapan dana TKDD, serta perlunya meningkatkan proporsi belanja modal secara bertahap, peningkatan kualitas penganggaran ,dan perlunya aklerasi realisasi pendapatan dan belanja sejak awal tahun anggaran agar tidak menumpuk di akhir tahun anggaran.
Terakhir, Ia menyebutkan perlunya menggali potensi PAD untuk meningkatkan kemandirian keuangan daerah.
” Untuk Kesehatan keuangan Pemerintah Daerah, perlunya menggali potensi PAD untuk meningkatkan keuangan daerah agar mandiri serta perlu adanya peningkatan pembangunan infrastruktur yang dapat menambah kapasitas produksi dan meningkatkan nilai produk masyarakat” pungkas Syafriadi.
Reporter : Rusdi Hanafiah







