MEDAN – Warga Lingkungan II Perumnas Mandala, Kelurahan Kenanga Baru mendatangi Kantor Camat Percut Seituan soal dugaan pungutan liar (Pungli) pengurusan dokumen administrasi warga.
Unjukrasa damai, Senin(23/5/2022) berlangsung sekitar 2 jam itu didominasi kaum ibu rumah tangga turut membawa sejumlah poster desakan pencopotan kepala lingkungan yang kerap mengutip imbalan jasa pengurusan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) hingga jutaan rupiah.
Keresahan warga itu bukan tanpa sebab, pasalnya aksi kutipan kepala lingkungan berinisial IS telah berlangsung sekitar 10 tahun, cukup lama dan seolah tak tersentuh aparat penegak hukum.
“Kami datang hanya menyampaikan keluhan sama Camat Percut Seituan, Ismail. Sebagai warga ditengah ekonomi tak menentu tak tahan jika selalu dikutip uang untuk jasa pengurusan administrasi. Apalagi kutipan itu kadang bisa mencapai Rp1 juta”keluh Ramauani dalam orasinya diikuti puluhan kaum ibu-ibu.
Selain itu, lanjut Ramauani menyebut Camat Percut Seituan bertindakan tegas tanpa pandang buluh mencopot kepling lingkungan II berinisial IS, dan apabila belum dtindakan tegas, maka dipastikan aksi pungli sengaja ‘dipelihara’ guna meraup keuntungan bagi sekelompok orang tak bertanggung jawab.
“Kami minta kepling dicopot, karena selama 10 tahun kepemimpinannya sangat menyusahkan warga. Mirisnya, setiap ada urusan selalu minta imbalan jasa”cetusnya.







