Medan  

Warga Keluhkan Tarif Angkot Naik Sepihak di Medan, HMI: Pemko Segera Ambil Tindakan

Petugas Dishub Medan. (Foto/Ist)

MEDAN | Pasca dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar dan pertalite yang terjadi beberapa hari yang lalu membuat sejumlah Angkutan Kota (Angkot) di Kota Medan menaikan tarif angkutanya secara sepihak.

Sehingga Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengimbau kepada pengemudi angkot agar tidak menaikan tarif angkutanya.

“Sampai hari ini tarif angkot di Kota Medan belum mengalami kenaikan, masih menggunakan tarif yang lama,” kata Kadishub Medan, Iswar, Senin (5/9/2022).

Menurut Iswar lagi penyesuaian tarif baru akan diberlakukan setelah adanya rapat bersama stakeholder dan Pengusaha Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Menyikapi hal tersebut Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas FIK UNIMED, Farhan Abror, Minggu (11/9/2022) mengatakan agar Pemko Medan segera mengambil tindakan terkait kenaikan harga BBM.

“Berhubungan dengan kenaikan BBM yang diumumkan Presiden RI, seharusnya Pemko Medan dan stakeholder nya langsung mengambil tindakan untuk tarif angkutan umum. Hal ini yang mengakibatkan antar penumpang dan sopir angkot sering selisih paham. Karena BBM yang sudah naik dan pasti para sopir angkot menaikkan tarif sewanya,” katanya.

“Seharusnya para penumpang pun sadar akan hal itu, BBM yang sudah naik yang sejalan dengan naiknya tarif sewa angkot. Semoga kejadian-kejadian seperti ini (selisih paham antar penumpang dan sopir angkot) tidak terjadi lagi,” tegas Farhan Abror.

Adapun Mahasiswa yang terkena dampak naik nya tarif Angkot secara sepihak tersebut merasa sangat dirugikan karena naiknya secara sepihak tanpa persetujuan Pemko melalui Dishub Medan.

“Saya gak setuju sih, sama kenaikan tarif ongkos angkot ini, karena bagi anak kost kaya kami-kami ini, seribu pun uang sangat penting, jadi walaupun cuma naik seribu dua ribu, sama aja memberatkan. Mungkin juga bukan hanya untuk anak kost, tapi untuk orang lain yang selalu menggunakan transportasi umum,” kata Alya Luthifah.

“Rute yang saya lewati dari Unimed ke kost tepatnya berada di Jl. Perjuangan itu awalnya hanya Rp.2.000 sekarang setelah mengalami kenaikan tarif menjadi Rp.3.000,” ujar Alya Luthifah.

Informasi yang dihimpun alasan kenaikan tarif angkutan secara sepihak tersebut dilakukan para oknum sopir, tak lain untuk mengikuti kenaikan harga BBM, kendati disisi lain para sopir juga kesulitan untuk mendapatkan penumpang karena biaya angkutan dianggap mahal oleh para penumpang.

Reporter : Kevin