Aceh  

Pupuk Bantuan di Aceh Singkil Belum Dilelang, Ini Alasan Kadis

H Kuatno

SINGKIL | Lelang proyek pangadaan pupuk bantuan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Peternakan dan Holtikultura Kabupaten Aceh Singkil hingga memasuki pertengahan September belum juga dibuka oleh ULP.

Akibatnya, proyek pengadaan pupuk senilai Rp500 juta yang dikhususkan bagi para petani sawah ini terancam gagal disalurkan.

Terkait pengadaan pupuk itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) unit layanan pengadaan barang dan jasa (ULPBJ) Yusabri dikonfirmasi wartawan menjelaskan, lelang proyek pengadaan pupuk senilai Rp500 juta itu belum dibuka, sebab sampai hari ini Dinas Pertanian belum menyerahkan dokumen untuk pengadaan pupuk bantuan itu yang akan dibuka melalui lelang LPSE.

“Kemungkinan ada yang tidak sesuai dengan barang yang diusulkan, apakah jenis pupuknya atau nilai harganya. Detilnya tidak tau tapi yang jelas bahan untuk dilelang belum sampai ke Pokja, baik manual maupun sistem,” ucap Yusabri.

Terpisah Kepala Dinas PTPHP, H Kuatno dikonfirmasi Orbitdigital menjelaskan, pengadaan pupuk bukan gagal, tapi lelang di ULP belum dibuka karena masih ada perubahan di harga. Sebab harga pengajuan tahun lalu sudah berubah dari harga sekarang, padahal kenaikan harga pupuk sudah mencapai 100 persen.

Harga pupuk sekarang per kilogram sudah mencapai Rp15 ribu, sementara harga saat pengusulan untuk pengajuan pengadaan barang masih Rp10 ribu.

“Dari harga Rp400 ribu sekarang sudah menjadi Rp750 ribu per karung. Ada yang sampai Rp1 juta,” ucap Kuatno.

Sehingga untuk penyesuaian harganya harus mengikuti prosedur dan akan dilakukan penambahan harga melalui pengusulan anggaran untuk dimasukkan dalam Perubahan Penjabaran.

“Kalau pengadaan masih bisa terkejar akhir tahun, kalau pekerjaan fisik tidak bisa dirubah lagi,” terangnya.

Disebutkannya, kegiatan pengadaan pupuk jenis NPK ini, bersumber anggaran DOKA senilai Rp500 juta, yang diperuntukkan para petani khusus sawah, terang Kuatno.

Reporter : Helmi