Ketua MUI Sei Bamban Minta Polsek Firdaus Serius Tangani Kasus Pencurian yang Kian Marak

SERGAI| Maraknya kasus pencurian terutama di daerah Dusun I Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Serdang Bedagai ( Sergai ) membuat Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kecamatan Sei Bamban Samsul Bahri geram dan meminta agar Pihak Polsek Firdaus serius dalam menangani aksi pencurian ini.

Hal ini disampaikan Samsul Bahri Sabtu (6/1/2024) malam di Sei Bamban mengingat aksi ini sudah cukup meresahkan dan hampir terjadi setiap malam.

“Disini sudah tidak bisa lagi bercocok tanam, pisang, cabe habis, bukan lagi dipetik tapi dicabut sampai ke akar akarnya , begitu juga dengan ayam. Pokoknya udah cukup meresahkan lah”. Kata Samsul

Ironisnya lagi kata Samsul, warga sudah membuat laporan ke Polsek Firdaus sekitar sebulan yang lalu dan saksi saksi termasuk saksi yang mengetahui pelaku pencurinya sudah dimintai keterangan, tapi sampai saat ini pelakunya juga belum ditangkap.

“Kalau menurut pihak Kepolisian, pelakunya sudah diketahui karena sudah ada dua saksi yang menguatkan kalau pelakunya si A begitu, mungkin karena kemarin kesibukan Polisi pada hari Natal dan tahun Baru agak tertunda penangkapannya”. Ungkap Samsul.

Warga Sei Bamban berharap kata Samsul agar Polsek Firdaus serius menangani aksi pencurian yang kian marak ini

“Ayam itu nggak sampai satu kilo, setengah kilo sudah selesai, hampir tiap malam kejadian seperti itu”. Tegas Samsul.

Bahkan menurut Samsul, warga sudah bersedia patungan untuk memberi reward kepada Polisi, jika bisa menindak aksi pencurian ini.

“Kami udah rela patungan untuk ngasih reward sama Polisi kalau bisa ngungkap maling maling ini. Tutur Samsul mengakhiri.

Sementara itu Kapolsek Firdaus AKP. Idham Halik ketika dikonfirmasi Minggu (7/1/2024) melalui telepon selulernya mengaku sudah menindaklanjuti keresahan warga Sei Bamban ini.

“Kan kemarin udah mau ditangkap tapi orangnya nggak dapat, udah kita lakukan tapi orangnya nggak ada dan ikut Ketua MUI itu geledah rumah nya, dan itu kan cuma katanya saksi yang melihat , nanti salah tangkap kita yang dituntut keluarganya. Tapi kalau cukup buktinya kita tangkap. Jelas Idham.

Reporter : Pujianto