SERGAI | Sebanyak 10 orang yang mengaku mahasiswa tergabung dalam Gerakan Pemuda Serdang Bedagai (GPS) berunjuk rasa ke Kantor DPRD Serdang Bedagai (Sergai) Rabu (4/6/2025 ) sekira pukul 14.00 WIB.
Kedatangan pengunjuk rasa ini untuk menyampaikan mosi tidak percaya atas kinerja DPRD Sergai yang dinilai tida paham dengan tupoksinya sebagai legislator.
Tidak ada satupun perwakilan DPRD Sergai yang menemui pengunjuk rasa dalam orasi ini, karena saat ini seluruh wakil rakyat ini sedang tugas keluar kota dalam propinsi.
Dalam aksi ini, sempat terjadi adu mulut antara pengunjukrasa dengan aparat kepolisian dari Polres Sergai, karena niat pengunjukrasa untuk membakar ban bekas, tidak dibolehkan oleh polisi.
Sambil membentang beberapa spanduk, perwakilan GPS, Muhammad Andrian membacakan 6 poin tuntutan yang berbunyi:
- Mosi tidak percaya terhadap lembaga DPRD Kabupaten Sergai yang tidak paham dengan tugas pokok fungsinya sebagai legislator
- Menduga adanya kong kalikong legislatif dan eksekutif tentang penggunaan anggaran APBD di Kabupaten Sergai, sehingga terjadi pembiaran terhadap penggunaan anggaran yang terkesan ugal ugalan dan tidak sesuai dengan rencana RPJMD.
- Meminta lembaga DPRD untuk komitmen menjalankan fungsinya dalam mengawal Inpres nomor 1 tahun 2025 terkait efisiensi anggaran belanja daerah
- Meminta lembaga DPRD berani memanggil Bupati dan Wakil Bupati untuk mengembalikan seluruh kegiatan kepada rancangan penggunaan anggaran yang disepakati bersama lembaga DPRD yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD )
- Meminta DPRD untuk lebih tegas dalam mengusut temuan kegiatan yang tidak sesuai dengan RPJMD.
- Meminta lembaga DPRD mendorong lembaga yudikatif untuk memproses segala bentuk dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kabupaten Sergai.
Usai menyampaikan tuntutannya, akhirnya pengunjuk rasa ini membubarkan diri sambil mengancam akan kembali lagi dengan masa yang lebih besar jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Reporter : Pujianto







