MEDAN | Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, penjualan batang pohon pinang untuk perlombaan panjat pinang mulai ramai di Jalan Panglima Denai, Medan, Sumatera Utara, tepatnya di bawah Jembatan Tol Denai, Kamis (14/8/2025).
Panjat pinang merupakan perlombaan beregu dengan cara memanjat batang pinang yang dilumuri oli agar licin, untuk meraih hadiah yang digantung di puncaknya.
Gunawan Syahputra (49), sehari-harinya bekerja sebagai tukang tambal ban sepedamotor, disaat memasuki 17 Agustus ia juga menjual batang pinang musiman.
Ia mengatakan sudah menjual batang pinang sejak tahun 2000, ia meneruskan usaha keluarganya yang sudah dimulai pada 1993.
Gunawan mengatakan, menyambut perayaan 17 Agustus Tahun 2025 penjualan batang pinang miliknya sama seperti tahun sebelumnya.
“Masih sama saja namun lebih lumayan pada tahun semalam dibanding tahun ini sedikit sepi,” ucapnya.
Perayaan 17 Agustus yang tinggal 3 hari lagi, Batang pinang miliknya sudah laku terjual sekitar 65 batang yang bisa saja habis terjual semuanya hingga hari H.
“Saat ini masih terjual 65 batang sisanya 45 batang lagi, biasanya habis terjual semua,” ungkapnya
Ia menyediakan hingga seratus batang pinang yang dijual seharga Rp500.000 hingga Rp600.000 per batang dengan sistem jemput. Lain lagi dengan diantar tergantung jauh dekatnya yang mayoritas pembeli berasal dari Kota Medan.
Untuk tinggi batang pinang bervariasi ada yang 8 meter. Sedangkan 10 meter dengan diameter besar harganya sekitar Rp600.000.
Batang-batang pinang tersebut didatangkan dari Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai. Gunawan dibantu sepuluh karyawan untuk memenuhi permintaan pembeli. (OM/011)







