BKKBN dan Komisi IX DPR RI Dorong Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

LABUHANBATU | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersama Komisi IX DPR RI terus gencar melakukan sosialisasi Program Bangga Kencana. Kali ini, kegiatan digelar di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Jumat (19/9), dengan mengusung semangat mewujudkan keluarga berkualitas untuk Indonesia Emas 2045.

Acara yang diikuti ratusan peserta ini menghadirkan beragam elemen masyarakat, mulai dari aparat desa, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama. Sosialisasi turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Anggota Komisi IX DPR RI Sihar P.H. Sitorus yang hadir secara daring, dan Plh Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumut, Syamsu Rizal Lubis, SH, S.Sos, MH dan Nurhetti Lumban Tobing, SKM, M.Kes selaku Kepala Dinas P2KB Kabupaten Labuhanbatu.

Keluarga Berkualitas, Kunci Indonesia Emas

Dalam paparannya, Sihar Sitorus menekankan pentingnya kualitas keluarga sebagai fondasi bangsa.

“Kualitas anak sangat penting. Orang tua harus memastikan tumbuh kembang anak sehat, mendapat asupan gizi yang baik, serta pendidikan yang layak. Di Komisi IX, kami mendukung melalui pendampingan ibu hamil lewat Tim Pendamping Keluarga (TPK),” jelasnya.

Sihar juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung, namun tetap menegaskan komitmennya mendorong keluarga Indonesia yang sehat dan sejahtera.

KB Bukan Sekadar Kontrasepsi

Plh Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumut, Syamsu Rizal, mengingatkan bahwa program KB bukan hanya soal kontrasepsi, melainkan tentang perencanaan keluarga.

“Tujuan sosialisasi ini agar keluarga kita berkualitas, sehingga anak-anak bisa sukses dan membawa Indonesia sejajar dengan negara maju pada 2045,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga perlu menyiapkan generasi dari awal: pendidikan, pekerjaan, hingga kecukupan gizi.

“Dua anak lebih sehat, tapi kalau mampu lebih dari dua, silakan. Yang penting anak bisa sekolah, bekerja, dan sukses,” katanya.

Syamsu juga mengajak masyarakat memanfaatkan kelompok kegiatan BKKBN, seperti BKB untuk keluarga balita, PIK-R/BKR bagi remaja, BKL untuk lansia, serta UPPKA untuk peningkatan ekonomi keluarga.

Hidup Berencana Itu Keren

Sementara itu, Kepala Dinas P2KB Labuhanbatu, Nurhetti Lumban Tobing, menggarisbawahi pentingnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan, IUD, tubektomi, dan vasektomi.

“Hidup Berencana Itu Keren. Perencanaan keluarga sangat penting untuk mencegah stunting, mulai dari calon pengantin hingga pasangan usia subur,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendewasaan usia perkawinan—minimal 25 tahun untuk laki-laki dan 21 tahun untuk perempuan—serta menghindari pernikahan dini dan perilaku seks bebas.

Antusias Sambut Sosialisasi

Sosialisasi Program Bangga Kencana di Labuhanbatu berlangsung penuh semangat. Masyarakat antusias mengikuti materi, sekaligus menegaskan komitmen bersama mewujudkan keluarga sehat, berkualitas, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. (Red)