Medan  

Saling Serobot Picu Kemacetan di Simpang Tuasan, Warga Minta Dishub Turun Tangan

Simpang 4 Jalan Tuasan/Jalan Wilem Iskandar Medan Senin (20/10/2025) 18.00 WIB

MEDAN | Kemacetan lalu lintas menjadi hal yang sering terjadi bagi pengguna jalan yang melintasi sebuah simpang 4 padat pemukiman, seperti yang kerap terjadi di Jalan Tempuling, Simpang 4 Tuasan, Medan pada Senin (20/10/2025).

Kondisi ini mulai terjadi di waktu pagi dan sore hari terutama di jam-jam sibuk. Kemacetan ini mencapai puncaknya pada jam-jam pulang kerja dan memicu antrean panjang dan bahkan kericuhan antar pengendara.

Salah satu pengguna jalan yang sering melintas, Putri (22), mengungkapkan bahwa jam-jam sore hingga magrib merupakan waktu paling kritis di persimpangan tersebut.

“Sebenarnya untuk kemacetan paling parah itu dimulai dari sore Kak. Sore sampai magrib gitulah. Itu yang paling parah, tapi nanti di jam 8 itu udah mulai mereda,” ujarnya.

Senada dengan Putri, pengguna jalan lain, Sindy (25), juga menyebut kemacetan terparah terjadi pada jam pulang kerja.

“Paling parahnya biasanya jam-jam pulang kerja seperti saat inilah ya. Parahnya tuh di sore-sore hari pulang kerja,” ungkapnya.

Penyebab utama kemacetan kurangnya kesabaran dan tidak adanya kemauan untuk saling mengalah dari para pengendara. Pengendara seringkali saling memotong atau menyerobot jalur, yang memicu kericuhan dan ketegangan di jalan. Selain itu, kondisi jalan di lokasi tersebut juga dinilai kurang lebar, dan merupakan area pemukiman yang padat.

Untuk mengatasi masalah ini, warga menyuarakan perlunya intervensi dari pemerintah daerah. Mereka berharap Dinas Perhubungan dan Polantas dapat menanggapi keluhan ini dengan serius.

“Sebenarnya kalau menurut aku perlu ya, Kak. Perlu lampu lalu lintas, lampu merah dihidupkan kembali, karena selama ini mati, atau setidaknya rambu-rambu lalu lintas,” saran Putri.

Selain rambu, penempatan petugas di jam-jam padat dianggap sebagai solusi paling cepat.

“Harapannya, untuk petugas kayak Dishub atau Polantas adalah yang piket atau yang bertugas di sini pada jam-jam tertentu aja, di jam-jam kayak sore hari ini,” tutur Sindy.

Warga juga mengimbau sesama pengguna jalan untuk lebih bijak dalam mengatur emosi dan lebih hati-hati dalam berkendara. Warga setempat berharap Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian untuk segera mengambil tindakan, mulai dari penempatan petugas hingga pemasangan lampu lalu lintas.

Yesika Siahaan