MEDAN | Menjelang Tahun Baru Imlek 2026 penjualan kue bakul di toko kue mulai mengalami peningkatan. Salah satunya toko kue Phin Phin di Jalan Dewa Ruci, produksi kue bakul tradisional tersebut berdiri selama kurang lebih 30 tahun.
Jhony Halim owner toko kue Phin Phin, mengatakan Kamis (5/2/2026), guna memenuhi permintaan masyarakat, produksi kue bakul miliknya telah berlangsung sejak beberapa minggu sebelum perayaan Imlek.
Pemesanan kue bakul sebagai kebutuhan untuk sembahyang di saat hari Imlek maupun setelah perayaan berlangsung.
“Penjualan sudah mulai meningkat. Setiap tahun pasti naik, dan tahun ini juga meningkat lagi sekitar 20 persen,” ujar jhony
Tahun 2026 ini, menargetkan produksi mencapai sekitar 900 kilogram. Dalam sehari, produksi dilakukan bertahap mulai dari 70 kilogram. Untuk pemasaran, selain kota Medan, kue bakul juga dikirim ke luar daerah seperti Jakarta, Pekanbaru, dan Bali.
Menurut Jhony, lonjakan pembelian biasanya terjadi satu minggu sebelum Imlek. Tahun ini diperkirakan puncaknya terjadi sekitar 14 Februari 2026, saat masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan sembahyang dan perlengkapan Imlek.
Jhony juga menjelaskan, proses pembuatan kue bakul di tokonya masih menggunakan cara tradisional agar cita rasanya khas.
Proses pengolahan di mulai dari tepung ketan yang dibuat sendiri. kemudian tepung dicampur dengan gula hingga menjadi adonan kental.
Selanjutnya adonan dimasukkan ke dalam cetakan, lalu dimasak menggunakan tungku api tradisional. Proses memasak ini memakan waktu sekitar 12 jam hingga kue matang sempurna.
Menurutnya, kualitas bahan menjadi kunci utama dalam pembuatan kue bakul. Dengan menggunakan dua bahan dasar yakni tepung ketan dan gula.
Ia juga menambahkan, supaya ciri khas terjaga dan rasa otentik resep turun temurun menjadi komitmen utama buat pelanggan dari tahun ke tahun. Perlu diketahui Kue bakul sendiri memiliki daya tahan cukup lama, yakni sekitar dua bulan dalam suhu ruang. (OM/011)







