ACEH SELATAN | Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan sejumlah mitra konservasi meninjau kandang habituasi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Rantau Sialang, Desa Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (1/4/2026).
Kunjungan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan TNGL Wilayah I Tapaktuan Kamarudzaman kepada Orbit Digital, Kamis (2/4/2026).
Pembangunan kandang habituasi ini merupakan bagian dari upaya konservasi terpadu untuk melindungi harimau sumatera di kawasan bentang alam Leuser, mengingat frekuensi konflik antara satwa liar dan manusia di lapangan masih cukup tinggi.
Berdasarkan data yang dihimpun, BKSDA Aceh, BBTNGL, bersama lembaga mitra WCS-IP telah melakukan penanganan konflik sebanyak 416 kali di bentang alam Leuser yang tersebar di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Pada umumnya, harimau sumatera yang menjadi korban konflik mengalami luka akibat jerat dan memerlukan perawatan intensif selama 7 hari hingga 6 bulan di kandang tangkap sebelum akhirnya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Namun, kondisi kandang tangkap yang ada saat ini dinilai belum memadai, terutama dari sisi ukuran yang relatif kecil. Keterbatasan ruang gerak dikhawatirkan dapat memengaruhi kesejahteraan satwa serta mengubah perilaku alaminya.
Untuk meminimalkan dampak negatif tersebut, dibutuhkan fasilitas kandang habituasi yang representatif, sehingga mampu menunjang pergerakan harimau sumatera dan menjaga naluri liarnya tetap terpelihara.
Menjawab kebutuhan itu, telah dibangun sarana penampungan sementara berupa kandang habituasi guna memperkuat kapasitas infrastruktur penanganan satwa liar sesuai standar konservasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BBTNGL, Kepala BKSDA Aceh, Kepala BPTN Wilayah I Tapaktuan, Kepala SBTU BKSDA Aceh, Kepala SKW II Subulussalam, Kepala SPTN Wilayah II Kluet Selatan, Kepala SPTN Wilayah I Blang Pidie, unsur Muspika Kluet Selatan, Kepala Desa Pasie Lembang, lembaga mitra WCS-IP, OIC (Orangutan Information Center), serta jajaran staf BPTN Wilayah I Tapaktuan. (Yunardi)







