ACEH SELATAN | Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan memprogramkan sebanyak 17 jenis bantuan pada Tahun Anggaran 2026 yang ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu serta mendukung kemaslahatan umat.
Demikian ungkap Sekrestaris Baitul Mal Aceh Selatan Gusmawi Mustafa Rabu (29/4/2026).
Menurut Gusmawi, berbagai program tersebut dirancang untuk menjangkau kebutuhan masyarakat dari berbagai sektor, mulai dari sosial, kesehatan, pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi.
“Program ini merupakan bentuk komitmen Baitul Mal dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta memastikan dana zakat dan infak dapat memberikan manfaat yang maksimal,” ucapnya.
Lanjutnya, adapun 17 program bantuan yang diprogramkan meliputi santunan fakir uzur seumur hidup, santunan tuna netra, bantuan biaya berobat rujukan penyakit kronis bagi keluarga miskin, santunan anak berkebutuhan khusus (ABK), bantuan pembinaan mualaf selama satu tahun, bantuan bagi orang terlantar atau kehabisan bekal, bantuan korban kebakaran, angin kencang dan bencana alam, insentif fisabilillah gampong (bilal dan khadam), serta beasiswa pendidikan agama Islam ke luar negeri.
Selain itu, terdapat bantuan modal usaha ekonomi produktif, bantuan modal usaha dayah, bantuan rehabilitasi rumah, bantuan pembangunan rumah baru, bantuan operasional balee seumeubeut, TPA dan pengajian rumah, bantuan operasional rumah singgah, sosialisasi dan publikasi peningkatan zakat dan infak, serta bantuan biaya pendidikan bagi siswa tingkat TK/RA, SD/MI, SMP/MTs hingga MA.
Gusmawi menambahkan, terdapat sejumlah program yang masih perlu ditingkatkan publikasinya agar dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat sekaligus meminimalisir terjadinya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA).
“Beberapa program yang perlu diperkuat publikasinya antara lain bantuan berobat penyakit kronis, santunan anak berkebutuhan khusus, pembinaan mualaf, bantuan orang terlantar, bantuan korban bencana, insentif fisabilillah, serta beasiswa luar negeri,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Gusmawi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyebarluaskan informasi agar manfaat program Baitul Mal dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Zakat bukan sekadar angka yang ditunaikan, tetapi harapan yang dihidupkan. Semakin luas informasi disampaikan, semakin banyak saudara kita yang terbantu dan merasakan keberkahan bersama,” pungkasnya. Yun







