ABDYA | Tim gabungan bersama warga menemukan pelajar yang hanyut terseret arus Sungai Manggeng di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Korban bernama Syahrazan Alfarishi (12), pelajar asal Desa Sukadamai, Kecamatan Lembah Sabil, ditemukan telah meninggal dunia.
Kapolsubsektor Lembah Sabil, Iptu Sufriadi Husaini, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula pada Sabtu, 2 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat itu korban mandi di Sungai (Krueng) Manggeng bersama sejumlah temannya di kawasan bendungan yang berada di perbatasan Desa Sukadamai dan Kecamatan Manggeng.
“Arus sungai yang cukup deras menyeret korban hingga hilang dari penglihatan teman-temannya,” kata Sufriadi.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor kepada aparat desa dan pihak berwenang. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan tim pencarian.
Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI AL, BPBD, Tagana, aparatur desa, dan masyarakat langsung bergerak melakukan pencarian.
Mereka menyisir sepanjang aliran sungai dan memeriksa titik-titik yang dianggap rawan. Pencarian berlangsung secara intensif selama kurang lebih 18 jam. Medan yang menantang serta arus sungai yang deras menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
“Seluruh tim bekerja maksimal sejak laporan pertama kami terima,” ujar Sufriadi.
Tim akhirnya menemukan korban pada Minggu pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, di kawasan Sungai Manggeng, Desa Sejahtera, Kecamatan Manggeng.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolsubsektor Lembah Sabil, Iptu Sufriadi Husaini.
Sufriadi mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak yang ikut membantu proses pencarian.
“Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, baik dari TNI AL, BPBD, Tagana, aparatur desa, maupun warga yang terlibat langsung di lapangan,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama bagi anak-anak.
“Para orang tua perlu meningkatkan pengawasan. Area bendungan dan aliran sungai memiliki risiko tinggi karena arusnya sulit diprediksi,” tegasnya.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan meminta agar jenazah tidak divisum. Kepolisian menghormati permintaan tersebut setelah berkoordinasi dengan keluarga.
Selanjutnya, keluarga membawa jenazah ke rumah duka di Desa Sukadamai untuk segera dimakamkan. Suasana duka menyelimuti keluarga dan masyarakat setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya aktivitas di sungai, khususnya di area bendungan. Edukasi mengenai keselamatan di lingkungan perairan perlu terus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa.
Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur yang terlibat mengakhiri operasi pencarian dan kembali ke satuan masing-masing setelah memastikan penanganan berjalan dengan baik.(Nazli)







