Aceh  

Ujang Kasim dan BFLF Indonesia Ucapkan Terimakasih kepada Media

usai pengukuhan bupati sebagai pembina BLFL Aceh Selatan Ujank Kasim langsung fhoto berdua dengan Bupati H.Mirwan. Orbitdigital Asel YUNARDI.M.IS

ACEH SELATAN | Peresmian Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman dan peluncuran Program Layanan Titip Kursi Roda “Titip Kepedulian” di Kabupaten Aceh Selatan mendapat apresiasi dari jajaran Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia. Mereka mengucapkan terima kasih kepada media atas publikasi Rumah Singgah Aceh Selatan.

Program tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat pelayanan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat.

Pembina BFLF Indonesia, Kasmarijal atau yang akrab disapa Ujang Kasim, menyampaikan terima kasih kepada insan pers yang telah berperan dalam menyebarluaskan informasi terkait kegiatan sosial tersebut kepada masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara media dan lembaga sosial sangat penting untuk membangun kepedulian publik terhadap berbagai persoalan kemanusiaan, khususnya yang dihadapi pasien, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Semoga sinergi yang baik antara media dan gerakan kemanusiaan terus berlanjut,” tutur Ujang Kasim.

Rumah Singgah H. Muhammad Kasim bin Chairuman dibangun sebagai bentuk penghormatan dan amal jariyah atas nama almarhum H. Muhammad Kasim bin Chairuman. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang menjalani pengobatan di Aceh Selatan maupun daerah sekitarnya.

Sementara itu, Ketua Umum BFLF Indonesia, Michael Oktaviano, S.STP, menjelaskan bahwa Program Titip Kursi Roda merupakan layanan peminjaman kursi roda secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Setiap kursi roda yang dipinjamkan didata dan diberi nomor identifikasi sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ia menyebutkan bahwa rumah singgah dan sejumlah fasilitas sosial yang tersedia merupakan bentuk wakaf dari Ujang Kasim atas nama ayahandanya, H. Muhammad Kasim bin Chairuman.

Menurut Michael, Rumah Singgah Aceh Selatan merupakan rumah singgah keempat yang dimiliki BFLF Indonesia. Sebelumnya, BFLF telah mengoperasikan dua rumah singgah di Banda Aceh dan satu rumah singgah di Medan yang melayani pasien rujukan dari berbagai daerah di Aceh.

Keberadaan rumah singgah di Aceh Selatan dinilai strategis karena dapat membantu pasien dari Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam, Aceh Barat Daya (Abdya), Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan sejumlah daerah lainnya yang menjalani pengobatan di wilayah barat selatan Aceh.

Selain menyediakan rumah singgah, BFLF juga menghadirkan layanan ambulans dan berbagai bantuan sosial lainnya dengan mengusung semangat pelayanan kemanusiaan.

“Kami memiliki tagline memuliakan dan membahagiakan. Orang yang sedang sakit harus kita muliakan dan bahagiakan agar proses penyembuhannya menjadi lebih baik,” ujarnya.

Michael menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan yang dijalankan BFLF tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu, pihaknya berharap adanya kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat luas. Yun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *