MADINA | Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bergerak cepat dalam perbaikan infrastruktur jalan. Dalam satu hari, Bupati H. Saipullah Nasution meninjau ruasn jalan Bukit Mas-Kubangan Tompek yang baru rampung di Kecamatan Sinunukan sekaligus merespons kerusakan jalan provinsi di Lingga Bayu, Selasa (14/07/2026).
Bupati meninjau langsung ruas Jalan Bukit Mas menuju Kubangan Tompek sepanjang 3,5 kilometer di Kecamatan Sinunukan. Proyek ini merupakan bagian dari program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum.
“Hari ini kita saksikan jalannya sudah selesai dibangun. Saat ini tim dari Kementerian PU akan melakukan pengawasan selama enam bulan ke depan, setelah itu baru diserahkan kepada Pemkab untuk menjadi tanggung jawab kita,” ujar Bupati Saipullah.
Ia menjelaskan, awalnya ruas ini diusulkan sepanjang 7,5 kilometer pada tender 2025. Namun karena pertimbangan anggaran pusat, yang dikabulkan saat ini sepanjang 3,5 kilometer.
Bupati berharap pembangunan dapat dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai target 24 kilometer sampai ke Kubangan Tompek, Kecamatan Batahan.
“Harapan kita tentu jalan ini segera dilanjutkan hingga tuntas 24 kilometer. Namun semua itu tetap bergantung pada kondisi keuangan di pusat,” tambahnya.
Perwakilan BBPJN Wilayah III Sumut Rachmad, S.T., M.T. mengatakan tim sempat melakukan penyesuaian geometrik jalan di bagian tanjakan dan tikungan agar sesuai standar. Secara sosial tidak ada kendala, hanya terkendala fluktuasi harga aspal.
“Harapan warga untuk melanjutkan 24 kilometer dalam satu koridor akan kami sampaikan kepada pimpinan agar bisa dipenuhi secara bertahap,” kata Rachmad.
Untuk tahun ini, Pemkab Madina mengalokasikan Rp.6 miliar untuk pemeliharaan jalan. Selain itu 28 titik pembangunan jalan baru telah diusulkan dan 7 titik di antaranya sudah direspons.
Di hari yang sama, Pemkab Madina juga bergerak cepat menangani kerusakan ruas jalan provinsi penghubung Simpang Durian – Sinunukan di KM 2, Kecamatan Lingga Bayu yang sempat viral di media sosial.
Mengingat statusnya jalan provinsi, Pemkab mengambil langkah kolaboratif. Penanganan sementara akan dilakukan PT Gruti Lestari Pramana (GLP) dengan menurunkan alat berat dan menimbun menggunakan sirtu.
“Untuk penanganan sementara, pekerjaan akan dilakukan PT Gruti. Untuk jangka panjang kita akan bermohon ke Pemerintah Provinsi, karena status jalan ini jalan provinsi,” jelas Bupati.
Kasi Humas PT. GLP Irsan Utama memastikan, pihaknya segera menurunkan alat berat untuk menimbun dan meratakan jalan agar tidak ada lagi genangan yang membahayakan pengguna. Proses ditargetkan selesai dalam dua hari.
“Sinergi ini kami lakukan agar akses transportasi masyarakat di Lingga Bayu bisa kembali lancar dan aman,” tegas Irsan. (OD-29)







