MADINA | Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution meluncurkan inovasi Ojek Online Perpustakaan Keliling (OJo Pusing) di Sopo Godang, Kelurahan Kota Siantar, Rabu (8/07/2026).
Peluncuran “OJo Pusing” menjadi salah satu upaya TP PKK Madina dalam meningkatkan minat baca dan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya anak-anak.
Dalam sambutannya, Ny. Yupri Astuti mengajak anak-anak untuk memanfaatkan kehadiran “OJo Pusing” dengan sebaik-baiknya.
“Saya mengajak anak-anak untuk sering membaca buku ketimbang bermain gadget. Kalau pulang sekolah, bermainlah ke Pojok OJo Pusing untuk menambah wawasan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membaca sebagai kunci membuka cakrawala. “Seringlah membaca buku untuk menambah wawasan, karena membaca merupakan jendela dunia,” katanya.
Di akhir acara, Ketua TP PKK juga berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui sesi tanya jawab dan membagikan hadiah kepada anak yang berhasil menjawab.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madina dr. Faisal Situmorang mendukung penuh inovasi ini. Ia mengimbau anak-anak mengisi waktu liburan dengan kegiatan positif.
“Nantinya anak-anak yang mengisi kegiatan selama liburan, tolong tuliskan kegiatannya akan mendapatkan hadiah langsung dari saya setelah masuk sekolah,” kata Kadis Pendidikan.
Ia berharap keberadaan “OJo Pusing” di Kelurahan Kota Siantar dapat menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Madina Khairunnida menjelaskan filosofi nama “OJo Pusing”.
“OJo Pusing itu artinya jangan pusing. Tujuannya, daripada pusing di rumah lebih baik datang saja ke Pojok baca OJo Pusing untuk membaca,” jelasnya.
Ia menyebut pojok baca ini sebagai kesempatan emas untuk menambah wawasan dan cakrawala kehidupan.
“Kami berharap dengan adanya Pojok Baca OJo Pusing ini dapat bermanfaat bagi anak-anak. Dan jika koleksi buku di pojok baca kurang, silakan datang ke Dinas Perpustakaan untuk membaca buku yang dibutuhkan,” tambahnya.
Peluncuran “OJo Pusing” diharapkan menjadi titik awal gerakan literasi berbasis komunitas di Madina, sehingga anak-anak memiliki ruang aman dan menyenangkan untuk belajar di luar sekolah. (OD-29)







