Karya Pertama AKBP Yustinus, Bangun Rumah Petani di Karo

TANAHKARO – Masyarakat memberikan apresiasi kepada Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono SH SIK, atas dilakukannya bedah rumah milik Betesdha Ginting yang berada di Desa Linggajulu, Kecamatan Simpangempat, Kabupaten Karo.

Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono SH SIK yang dikonfirmasi usai acara serah terima kunci kepada Betesdha Ginting selaku penerima bantuan pada Rabu (1/6/2020) mengatakan, kegiatan bedah rumah ini merupakan salah satu inspirasi untuk memicu Polres Tanah Karo agar bekerja lebih baik lagi.

Menurutnya, selain sebagai pengayom dan memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat, Polres Tanah Karo dibawah kepemimpinannya juga harus ikut perduli membantu masyarakat miskin apalagi di tengah pandemi Covid-19.

“Begitulah. Kami melihat kondisi bapak Betesdha Ginting ini memang sangat memprihatinkan. Dia tinggal bersama satu anaknya tanpa istri dengan kondisi seperti itu. Itu perjuangan luar biasa. Inilah yang menginspirasi kita untuk melakukan bedah rumah ini,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, kegiatan bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk Bakti Bhayangkara PolresTanah Karo kepada masyarakat. Sebelumnya juga, pihaknya telah memberikan bantuan lainnya kepada Betesdha Ginting yaitu bantuan sembako serta sejumlah uang untuk dimanfaatkan.

Semetara, Betesdha Ginting mengatakan, rasa terimakasih yang tidak terhingga kepada Polres Tanah Karo terutama Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono SH SIK atas bantuannya. Sehingga saat ini dia bersama anaknya dapat tinggal di rumah yang lebih layak huni.

Begitupun masyarakat Desa Linggajulu, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Kapolres Tanah Karo. Mereka berharap, dibawah kepemimpinan AKBP Yustinus Setya Indriono SIK, kehadiran Polres Tanah Karo tidak hanya sebagai pengayom dan pelindung, tapi juga hadir di saat masyarakat dalam kesusahan.

“Kami sangat berterimakasih kepada Polres Tanah Karo terutama Kapolres atas bantuan bedah rumah ini. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang,” kata salah satu warga Desa Linggajulu.

Pantauan orbitdigitaldaily.com di lokasi, rumah tersebut dibangun semi permanen dengan ukuran 4 x 5 meter, dengan waktu pembangunan hanya selama dua hari.

Sebelumnya diketahui, 
Betesdha Ginting hanya memiliki sebuah gubuk reyot yang sudah mulai rubuh. Di gubuk itulah, Betesdha Ginting hidup bersama anaknya yang masih berusia 5 tahun.

Merasa prihatin, jajaran Polres Tanah Karo pun membedah rumah milik Betesdha, yang bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-74.

Reporter : David Kaka