TANAH KARO | Berstatus siaga (Level III), aktifitas gunung api Sinabung sampai saat ini masih cukup tinggi. Bahkan, Rabu (28/10/2020) sekira pukul 16.57 WIB, terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 1500 meter ke timur-tenggara, arah angin timur-tenggara. Amplitudo:120 mm Durasi: 184 detik
Sehubungan dengan hal itu direkomendasikan masyarakat dan pengunjung maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah di relokasi (zona merah) serta lokasi di dalam radius 3 Km untuk sektor Barat-Selatan.
Radius 5 km untuk sektor Selatan-Timur, radius 4 Km untuk sektor Timur-Utara dan radius 3 Km untuk sektor Utara-Barat dari puncak Gunung Sinabung. Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker jika keluar rumah untuk mengurangi dampak dari abu vulkanik.
Hal itu ditegaskan Armen Putra, Pengamat Gunung Api Sinabung di pos Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Desa Ndokum Siroga Kecamatan, Simpang Empat, Kabupaten Karo, Rabu (28/10/2020) Pukul 18.00 WIB.
Dujelaskannya, Gunung Sinabung terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 100-300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin sedang hingga kencang ke arah timur dan tenggara.
Pengamatan kegempaan, satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 120 mm dan lama gempa 166 detik. Enam kali gempa guguran dengan amplitudo 3-35 mm dan lama gempa 25-90 detik.
Selanjutnya, tiga kali gempa low frequency dengan amplitudo 3-10 mm, dan lama gempa 20-35 detik. Satu kali gempa hybrid/fase Banyak dengan amplitudo 6 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 20 detik.
Terpisah, Bupati Karo Terkelin Brahmana kembali mengingatkan, paling penting keselamatan masyarakat.
“Utamakan keselamatan, jangan memasuki zona-zona bahaya,” tegasnya.
“Jadi kita kembali imbau masyarakat agar menjauhi lokasi di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung. Serta radius sektoral 5 km untuk sektor Selatan-Timur, dan 4 km untuk sektor Timur-Utara,” tambahnya.
Reporter : Daniel Manik







