MEDAN | Tim gabungan akhirnya menemukan korban ledakan dahsyat yang menghancurkan rumah mewah di Komplek Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Operasi pencarian melibatkan personel Polrestabes Medan, TNI, Basarnas, BPBD, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan berlangsung dramatis. Petugas harus menembus tumpukan beton, besi, dan material bangunan yang ambruk untuk memastikan nasib penghuni rumah.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika serta Tim Laboratorium Forensik Polri AKBP Roy mengungkapkan, terdapat enam korban dalam peristiwa tersebut.
Korban pertama, seorang pria dewasa yang merupakan pemilik rumah, berhasil dievakuasi dari lantai tiga dalam keadaan selamat. Korban kedua adalah anak balita, yang juga anak pemilik rumah, dan kini masih menjalani perawatan intensif di RS Columbia Medan.
Korban ketiga merupakan seorang kurir paket Shopee yang sedang mengantarkan pesanan ke rumah ketika ledakan terjadi. Ia mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di RS Siloam Medan.
”Korban ketiga adalah kurir paket yang saat kejadian sedang mengantarkan pesanan. Tidak ada kaitan antara paket yang dibawanya dengan penyebab ledakan,” kata Jean.
Sementara itu, tiga korban lainnya ditemukan tertimbun reruntuhan bangunan. Seorang perempuan yang diduga istri pemilik rumah telah dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia ke rumah sakit.
Sedangkan dua korban lainnya, termasuk seorang pengasuh anak (babysitter), ditemukan di lantai dua dan proses evakuasi dilakukan secara hati-hati karena kondisi bangunan yang sangat labil.
Menurut Jean, tingkat kerusakan bangunan diperkirakan mencapai sekitar 70 persen sehingga proses penyelamatan harus dilakukan dengan sangat cermat demi menghindari runtuhan susulan.
Ledakan juga menimbulkan kerusakan parah pada bangunan di sekeliling lokasi. Sedikitnya dua rumah di sisi kiri dan kanan mengalami kerusakan berat, mulai dari pecahnya kaca jendela, ambruknya plafon, hingga sejumlah mobil mewah yang terparkir ikut ringsek akibat kuatnya gelombang ledakan.
Di sisi lain, Tim Laboratorium Forensik Polri masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Namun, hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kuat adanya kebocoran gas di dalam rumah.
”Rumah ini merupakan pelanggan PT PGN. Dari ciri-ciri kerusakan yang kami temukan, indikasi sementara mengarah pada detonasi gas. Diduga terjadi kebocoran gas yang memenuhi ruangan hingga akhirnya memicu ledakan,” ujar AKBP Roy.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika menyampaikan proses evakuasi menghadapi kendala berat karena material bangunan bertumpuk di lantai dua dan akses menuju titik korban sangat terbatas.
Untuk mempercepat proses penyelamatan, tim mengerahkan dua unit ekskavator dan satu unit crane
”Operasi evakuasi berlangsung sejak Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga Selasa dini hari. Kami turut berduka cita atas musibah ini dan berharap seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Hery.(OM-09).
Teks foto : Kapolrestabes Medan didampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika serta Tim Laboratorium Forensik Polri AKBP Roy. (orbit)
Teks foto ;







