Ali Madhy: Jangan Sampai Golkar Sumut Dipimpin Koruptor

oleh -296 views
Aksi KAMAK di Gedung KPK Rabu (29/7/2020) kemarin. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

MEDAN – Kemarin Rabu (29/7/2020) di Jakarta, tepatnya di depan Gedung KPK berlangsung aksi menuntut agar lembaga itu terus mengusut kasus dugaan suap berjamaah mantan Gubernur Sumut (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho.

Dalam perkara itu, terseret 60 Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019. Semuanya jadi tersangka hingga akhirnya ditahan.

Diketahui, dalam aksinya, massa yang menamai dirinya Komite Aksi Mahasiswa Anti Korupsi (KAMAK) menyoroti satu nama, Wakil Ketua DPRD Sumut, AYR.

Pengembalian uang yang dilakoni AYR, menurut KAMAK dengan pengembalian itu ada potensi ia bakal menjadi tersangka.

Menjadi menarik, AYR hari ini mencalonkan diri sebagai Calon Ketua DPD Golkar Sumut jelang Musda X yang bakal dihelat di Jakarta.

Menyikapi itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Serdang Bedagai, H Ali Muhammad Madhy, SH bersuara.

Ia meminta KPK agar menyegerakan kerjanya, menersangkakan AYR yang telah memulangkan uang kepada KPK.

“Pemulangan uang ke KPK itu sudah merupakan bukti. Seperti tersangka-tersangka penerima suap Gatot semuanya memulangkan uang dan menjadi tersangka,” ujar Ali kepada orbitdigitaldaily.com, Kamis (30/7/2020).

Sekaitan dengan dugaan tindak pidana yang berpotensi menjerat AYR, menurut Ali, ia merasa perlu mendesak KPK agar menyegerakan kerja mereka. Hal ini sejurus dengan Musda X Partai Golkar di Sumut.

“Saya tidak ingin Golkar Sumut ini dipimpin koruptor. Maka dari itu saya meminta agar KPK menyegerakan kerjanya, apalagi indikasi keterlibatan AYR sudah jelas dengan pengembalian uang itu,” sebutnya.

“Dia (AYR) juga harusnya menonaktifkan diri sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumut dan Wakil Ketua DPRD Sumut secara legowo.”

Imbauan ke DPP Golkar

Kepada DPP Partai Golkar Sumut, Ali juga memberikan imbauan. Jangan sampai Golkar itu dipimpin oleh orang-orang yang tersangkut masalah hukum.

“Memang setiap orang punya masalah, manusia tidak terlepas dari khilaf dan dosa. Tapi sebaiknya, daripada Golkar Sumut ini memiliki pemimpin yang akhirnya tersandung kasus korupsi, saya kira DPP Golkar harus mengambil sikap, jangan sampai Golkar Sumut dipimpin koruptor,” pungkas Ali.

Ali mengingatkan, harusnya AYR fokus pada masalah hukum yang menimpanya dan tidak perlu mencalonkan diri lagi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut.

Sebab katanya, ada syarat-syarat calon ketua Partai Golkar Sumut yang harus dimiliki para kandidat, sebagaimana tertuang di AD/ART Partai Golkar.

“Salah satunya seorang kandidat harus memiliki prestasi, dedikasi, dispilin, loyalitas dan tidak tercela (red-PD2LT). Tentu dengan adanya kasus hukum ini, akan bisa mengganjal AYR sebagai kandidat Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara,” tutup Ali Madhy. (Diva Suwanda)