Anak Kepling di Tanjung Langkat dan Kroninya Dituding Terima Bantuan Bedah Rumah

Bantuan Bedah Rumah yang diterima Anak Kepling Lima

LANGKAT | Program bantuan bedah rumah di Kelurahan Tanjung Langkat, Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat, kembali memicu sorotan warga. Pasalnya, sejumlah penerima bantuan disebut berasal dari lingkaran dekat Kepala Lingkungan (Kepling) V, termasuk anak Kepling sendiri serta beberapa kroninya yang dinilai memiliki kemampuan finansial memadai.

Informasi yang diterima Harian Orbit di lapangan menyebutkan, anak Kepling V berinisial Ran (26) diduga turut menerima bantuan bedah rumah. Padahal Ran diketahui bekerja sebagai guru di salah satu sekolah swasta, sementara suaminya memiliki pekerjaan tetap di sebuah perusahaan swasta besar di Kota Medan. Kondisi ekonomi pasangan tersebut dinilai warga tidak berada dalam kategori miskin ekstrem sebagaimana yang menjadi kriteria sasaran program.

Selain Ran, sejumlah kroni Kepling V yang disebut-sebut berpenghasilan cukup dan bahkan memiliki kebun sawit juga masuk dalam daftar penerima manfaat.

“Kami heran, orang yang punya kebun sawit dan pemasukan tetap bisa menerima bantuan rumah. Sementara warga yang benar-benar susah justru tidak diperhatikan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (19/1/2026).

Pendataan Tertutup

Sejumlah warga menilai proses pendataan terkesan tertutup dan tidak melibatkan mekanisme musyawarah kelurahan secara terbuka. Hal itu memunculkan dugaan bahwa pendistribusian bantuan lebih banyak diarahkan untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu yang memiliki kedekatan personal dengan Kepling.

Salah satu warga yang sudah didata menyatakan kecewa lantaran namanya tidak terakomodasi meskipun kondisi rumahnya dinilai lebih tidak layak huni.

“Atap rumah saya sudah rusak, kalau hujan pasti bocor. Tapi katanya belum bisa dapat. Sementara yang rumahnya anak kepling malah dapat,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepling V Ponidi Ikhsan belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut meskipun surat konfirmasi resmi telah dilayangkan sepekan yang silam. Sementara Lurah Tanjung Langkat M.vFeri Jasanta Karo Karo saat dikonfirmasi hanya memberikan keterangan singkat melalui pesan WhatsApp bahwa penerima bedah rumah tersebut didata langsung oleh Kepala Lingkungan (Kepling) V Kelurahan Tanjung Langka , Ponidi Ikhsan dan merupakan usulan dari tingkat lingkungan.

Program bantuan bedah rumah diketahui menggunakan anggaran pemerintah dengan tujuan memperbaiki hunian warga miskin agar lebih layak dihuni. Namun jika distribusinya tidak tepat sasaran, dikhawatirkan program tersebut menjauh dari niat awal dan berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.

Dugaan keberpihakan dalam penentuan penerima manfaat ini kini terus menjadi perbincangan warga setempat, yang meminta agar Inspektorat , pemerintah kecamatan maupun instansi terkait turun melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran bantuan di Kelurahan Tanjung Langkat. (Od-22)