Dengan menurunnya angka kasus Covid-19, Bobby Nasution pun pamit dan mengakhiri berkantornya di Kecamatan Medan Helvetia. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih atas kerja keras camat, sekcam, lurah, kepala lingkugan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta kepala puskesmas yang tak kenal lelah sehingga kasus Covid-19 berhasil diturunkan. Selama sepekan ini, apresiasinya, semua aktif dan punya keinginan kuat untuk menyelesaikan pandemi Covid-19 di wilayah masing-masing.
“Semoga penurunan angka kasus penyebaran Covid-19 di Kecamatan Medan Helvetia dapat terus signifikan dan dipertahankan bagaimana skema pengoperasisannya. Jangan hanya berhenti sampai di sini, kita semua sudah berjibaku selama seminggu ini. Apalagi seminggu turun kemudian besoknya naik, jangan seperti itu. Saya minta semuanya jangan sampai lengah,” pesannya.
Langkah nekat Bobby Nasution dinilai sangat baik oleh dosen FISIP dan Kepala Program Studi (Kaprodi) 4Magister Ilmu Administrasi Program Pascasarjana Universitas HKBP Nomensen Medan Dr Drs Marlan Hutahaean MSi. Dikatakan Marlan, berkantor di kecamatan yang masuk dalam zona merah adalah strategi yang tepat dilakukan oleh seorang kepala daerah.
“Itu adalah strategi yang tepat. Ini juga menjadi bukti dan wujud bahwa Wali Kota adalah pimpinan yang berani, cepat tanggap, bertanggung jawab dan sangat responsive dalam menangani suatu masalah. Apa yang dilakukan Wali Kota ini merupakan langkah yang baik,” kata Marlan saat dihubungi Rabu (25/8).
Agar pengimplementasiannya berjalan optimal , Marlan berharap agar Wali Kota mengedepankan pendekatan collaboration governance dan participant governance. Artinya, jelasnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan harus melibatkan semua pihak, terutama masyarakat dalam penanganan Covid-19 tersebut.
“Masyarakat harus didorong untuk ikut serta ambil bagian dalam penanganan Covid-19. Misalnya dengan membentuk kelompok relawan untuk mengedukasi tentang Covid-19. Hal ini, saya rasa bisa membantu tugas pemerintah sehingga manfaatnya juga bisa sampai dan dirasakan hingga ke akar rumput,” ungkapnya.
Selain itu, tambah Marlan, sebagai seorang akademisi, dirinya berharap Pemko Medan dapat menghadirkan aplikasi pelaporan kasus Covid-19 yang bisa digunakan masyarakat untuk melaporkan kasus yang terjadi di sekitarnya. “Kita berharap kemudahan akses data Covid-19 bisa didapatkan, terlebih bagi para akademisi karena itu cukup penting untuk bisa dianalisis,” sarannya.
Sementara itu, Suyadi San, salah seorang budayawan Kota Medan menilai, apa yang dilakukan Bobby Nasution menunjukkan etos kerja yang patut ditiru seluruh elemen perangkat daerah hingga ke level paling bawah. Apa yang dilakukan Wali Kota, terang pria pendiri Teater GENERASI ini, tentunya harus diapresiasi.
“Kalau bisa, tidak hanya saat zona merah Covid-19 saja. Kecamatan rawan banjir, kemacetan, dan lumbung sampah juga perlu “diduduki” Wali Kota. Pimpinan yang gerak cepat (gercep) dan menunjukkan etos kerja seperti ini perlu ditradisikan. Karena, setiap pemimpin akan jadi teladan bagi bawahannya,” bilang Suyadi.cr-03







