MEDAN | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendugbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana di Hotel Grand Mercure Medan, Senin (28/7).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan keluarga berkelanjutan sekaligus mempercepat pencapaian target menuju Indonesia Emas 2045.
Rapat koordinasi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Togap Simangunsong, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting serta pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sejak dini.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mengakselerasi program ini, terutama percepatan penurunan stunting melalui peta jalan pembangunan kependudukan yang terintegrasi. Semua pihak harus bergerak bersama dalam satu kesatuan berorientasi pada keluarga,” ujar Togap.
Sekda Sumut ini juga mengatakan sesuai dengan visi dan misi Gubernur, persiapan SDM unggul harus dipersiapkan mulai dari hilir dan hulu, yakni mulai dari ibu hamil, anak usia dini hingga Lansia.
Togap juga menyampaikan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Sumut dalam mendukung program penanganan stunting secara terintegrasi dan menyeluruh. Hal ini sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas SDM dan daya saing daerah, menuju Indonesia Emas 2045.
“Kalau saya perhatikan, program ini luar biasa karena menyasar seluruh tahapan kehidupan, dari ibu hamil, ibu menyusui, anak usia sekolah, hingga orang tua dan lansia,” jelasnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Dr. Fatmawati, ST., M.Eng, menyatakan bahwa upaya penurunan angka stunting terus dilakukan dengan melakukan akselerasi Quick Win, salah satunya melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
“Alhamdulillah, dari 44.325 target sasaran program Genting di 33 Kabupaten/Kota Sumut, saat ini sudah hampir menyasar 60 persen ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia dua tahun (baduta). Harapannya, angka stunting bisa turun tahun ini,” ujarnya optimis.
Selain Genting, akselerasi Quick Win juga dilakukan pada Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan Lansia Berdaya (Sidaya).
“Kami berkolaborasi dengan Pemprov Sumut, termasuk melalui Surat Edaran Gubernur Sumut tentang Akselerasi Quick Win. Selanjutnya, kami akan melakukan sosialisasi mendalam dan rencana aksi program ini.” kata Fatmawati.
Menurutnya dengan semangat kolaborasi yang kuat antar instansi dan dukungan masyarakat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimis dapat mencapai target penurunan angka stunting sesuai harapan nasional serta mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan kompetitif menuju Indonesia Emas 2045. (Red)







