MEDAN | Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara, H. Aswin Parinduri, mengungkapkan bahwa persoalan kelangkaan pupuk dan buruknya kondisi infrastruktur jalan masih menjadi keluhan utama masyarakat di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Menurut Aswin, dampak gangguan produksi pupuk akibat bencana yang terjadi di pabrik pupuk Iskandar Muda beberapa waktu lalu turut memengaruhi pasokan pupuk bagi petani di Sumatera Utara, khususnya di kawasan Tabagsel yang selama ini sangat bergantung pada sektor pertanian.
“Kondisi saat ini memang berbeda. Sebelumnya masyarakat hampir tidak lagi mengeluhkan persoalan pupuk. Namun setelah terjadinya gangguan produksi akibat bencana tersebut, kelangkaan pupuk kembali dirasakan petani pada musim tanam tahun ini,” ujarnya saat menjelaskan beberapa poin penting dari reses kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, selama ini kebutuhan pupuk di Sumatera sebagian besar disuplai dari produksi dalam negeri yang bahkan pernah mengalami surplus hingga mampu melakukan ekspor. Namun pasca gangguan produksi tersebut, distribusi pupuk harus didatangkan dari luar Sumatera, termasuk dari Pulau Jawa.







