Medan  

Bobby Nasution Jadi Pembicara Dalam Apel Dansat Tersebar Kodam I/BB

Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menjadi pembicara dalam Apel Dansat Tersebar Kodam I/BB TA 2022 di Aula Sahlan Siregar Yonif Raider 100/PS Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Kamis (19/5). Selain Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin SE MSi, apel ini turut dihadiri seluruh Komandan Satuan (Dansat) jajaran Kodam I/BB. (Foto/Ist)

Dihadapan seluruh Dansat jajaran Kodam I/BB, Bobby Nasution mengaku, pengalaman pertama menjadi Wali Kota sangat berat  karena di tengah pandemi Covid-19 sehingga resiko menjalankan pemerintahan itu nyata. Namun ketakutan dalam mengambil keputusan, ungkapnya, sedikit harus dihilangkan tanpa mengabaikan resikonya sehingga keputusan dalam mensejahterakan masyarakat harus dilakukan.

Bahkan, imbuh Bobby, banyak turunan keputusan dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Pemko Medan sendiri yang dilakukan menyebabkan masyarakat mengeluh maupun membencinya. Meski demikian hal itu tetap dilakukan demi kepentingan masyarakat, sebab persoalan Covid-19 menyangkut masalah jiwa masyarakat.

Sebagai contoh, jelas Bobby, ketika tingkat mobilitas masyarakat sangat tinggi dan angka Covid-19 tidak turun-turun, maka diambil keputusan dengan memadamkan lampu kota (lampu jalan) agar masyarakat tidak keluar rumah. “Meski banyak yang mempertanyakan namun keputusan ini harus dilakukan agar masyarakat tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Selanjutnya, menantu Presiden Joko Widodo ini memaparkan Kota Medan siap menjadi Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition). Guna mewujudkan hal itu, jelas Bobby, Pemko Medan terus berupaya melengkapi berbagai sarana dan prasarana menjadi jauh lebih lengkap. Dengan demikian ibukota Provinsi Sumatera Utara ini akan menjadi salah satu destinasi pariwisata yang siap sebagai tempat menggelar beraneka ragam aktivitas, termasuk MICE.

“Ini tentunya juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang business to business meeting melalui kegiatan workshop, seminar serta menjalin kerjasama business networking antar berbagai bidang usaha,” paparnya.

Kota Medan kaya akan kulinernya dengan memiliki dua rasa yakni enak dan enak sekali. Setiap etnis yang ada mempunyai kuliner tradisionil dengan kelezatan rasa yang tidak diragukan lagi. Hingga kini makanan tradisionil sangat mudah didapatkan karena pelaku UMKM yang memasarkannya.