Rico Waas menilai, di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan berbagai persoalan sosial yang mengancam generasi muda, kehadiran Pramuka harus mampu menjadi benteng pembinaan karakter bagi anak-anak bangsa.
“Permasalahan kepemudaan saat ini sangat besar. Ada disrupsi teknologi, persoalan sosial, hingga pengaruh negatif lainnya. Karena itu organisasi seperti Pramuka harus unjuk gigi memperbaiki permasalahan kepemudaan dengan kedisiplinan, kepemimpinan, kebersamaan, dan keterampilan hidup,” jelas Rico Waas.
Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga menegaskan komitmen Pemko Medan untuk mendukung penuh seluruh kegiatan Pramuka di Kota Medan. Ia berharap Gerakan Pramuka semakin aktif dan konsisten melahirkan generasi muda yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami ingin Pramuka benar-benar aktif ke depannya. Seluruh kegiatan pasti akan kami support penuh agar anak-anak kita memiliki kebanggaan dan semangat menjadi generasi emas,” ujar Rico Waas
Rico Waas turut mengingatkan para peserta jambore agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana belajar membangun kepemimpinan, kemandirian, disiplin, dan kerja sama. Menurutnya, interaksi antar peserta selama jambore akan menjadi pengalaman penting dalam membentuk karakter anak-anak.
“Harapannya acara jambore ini bisa melatih anak-anak kita tentang keteladanan, disiplin, kerja sama, dan sosial. Mereka berkumpul di sini, saling mengenal dan berinteraksi. Ini memang bagian dari pendidikan karakter sejak dini agar nantinya menjadi anak-anak hebat untuk masa depan bangsa,” ungkap Rico Waas.







