Sehingga maknanya dapat menyatukan sebuah bangsa dan negara serta menunjukkan kemajemukan sesuai kondisi Aceh Singkil yang majemuk, dengan kehidupan berbagai suku dan bahasa.
“Para dewan juri juga sudah tidak diragukan lagi keahliannya, dan sudah banyak pengalaman sebagai tokoh masyarakat maupun pelaku budaya, seperti Bapak Aslim Combih, Muad Vohri, Fajri Yunus dan Kecik Bahak, saya yakin bisa mencari motif yang cocok dan sesuai untuk Aceh Singkil,” ucap Dulmusrid
Kemudian setelah ditentukan motif baju batik ini, kemudian apakah diseminarkan dan selanjutnya akan segera buatkan regulasi dan tahun ini juga harus dibuat kepastian hukumnya.
Selanjutnya baju batik tersebut akan kita intruksikan untuk bisa dicetak seluruh perangkat desa dan bisa dipakai saat kegiatan di desa.
Kedepan semua desa harus pakai baju adat Aceh Singkil, yang akan dituangkan dalam Qanun Aceh Singkil setelah desainnya sudah diresmikan dan dikeluarkan Perbup, pungkas Dulmusrid.







