Ketua MAA Aceh Singkil Ustadz Zakirun Pohan SAg MM dalam sambutannya menyampaikan, lomba desain motif baju khas Aceh Singkil diikuti sebanyak 9 peserta yang ingin menyampaikan kreatifitas nya dalam menggali motif dari sumber akar budaya lokal untuk dijadikan baju batik khas Aceh Singkil.
Pembuatan motif baju batik ini merupakan berdasarkan masukan masyarakat, kepala dinas, dan ASN, yang mendesak bagaimana bentuk dan motif baju batik khas Aceh Singkil tersebut.
Dan masing-masing peserta diundang dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, kemukiman, MAA Kecamatan dan perwakilan masing masing desa serta perwakilan perempuan.
Sehingga setelah diperolehnya motif baju batik ini bisa segera mendapat payung hukum baik Perbup maupun Qanun.
Meski dengan anggaran yang terbatas namun yang paling terpenting, melalui lomba ini peserta bisa memgeluarkan hasil pikiran untuk menjadikan motif baju khas daerah ini, ucap Zakirun.
Serangkaian kegiatan tersebut Bupati serta tamu undangan lainnya mendapat hidangan kuliner khas Aceh Singkil yang saat ini mulai jarang tersajikan.
Yakni Binauh Sagu atau yang disebut secara umum Lemang Sagu. Kemudian Binabo Cinta yang disajikan dengan nasi sagu yang dinikmati dengan kuah gulai ikan baung.
Kegiatan turut dihadiri Bupati Dulmusrid, Anggota DPRK Komisi IV Fakhruddin Pardosi, Kepala Bappeda Ahmad Rivai, mewakili Kejaksaan Negeri Singkil, Staf Ahli Sekdakab Edi Widodo serta para dewan juri dari tokoh agama maupun pelaku budaya dan tokoh masyarakat Aceh Singkil.
Reporter : Helmi







