MADINA | Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution, secara resmi membuka Rapat Sosialisasi Penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Aula Kantor Bupati Madina, Selasa (28/07/2026).
Rapat tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Wakapolres Madina, Danramil 13 Panyabungan mewakili, Kasi Intel Kejari, Sekretaris Daerah, para Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta kepala desa dari wilayah yang terindikasi aktivitas PETI.
Bupati menjelaskan, langkah penertiban ini dilaksanakan berdasarkan penugasan dan keputusan Satuan Tugas (Satgas) Penambangan Liar. Dalam struktur tersebut, Wakapolres Madina dipercaya sebagai Ketua Tim untuk memimpin operasi di lapangan.
“Sesuai undangan kita, penugasan ini berdasarkan keputusan Satgas Penambangan Liar. Kepengurusan dan anggotanya telah ditunjuk dengan Wakapolres sebagai ketua. Saat ini rapat sedang berlangsung bersama anggota dan beberapa tokoh masyarakat untuk mendapatkan masukan serta menyusun rencana kerja operasi,” ujar Bupati.
Bupati juga menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan aktivitas PETI, khususnya yang menggunakan alat berat. Menurutnya, metode penambangan tersebut menyebabkan kerusakan parah berupa galian yang dalam dan ditinggalkan tanpa reklamasi, sehingga membahayakan keselamatan alam dan masyarakat.
Sebagai perbandingan, Bupati mencontohkan Provinsi Sumatera Barat. Di sana, lokasi bekas tambang berhasil direklamasi dan dipulihkan sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk sektor perkebunan produktif.
Terkait jadwal peninjauan dan penertiban ke lapangan, Bupati menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Satgas bersama tim terpadu yang saat ini sedang mematangkan rencana kerja.
“Kita dari jajaran Forkopimda akan berperan sebagai pembina. Tim ini nanti akan turun ke lapangan. Hal itu bergantung pada Ketua Satgas karena saat ini rapat sedang berlangsung. Ketua Satgas yang akan menentukan kapan rencana turun ke lapangan serta lokasi mana yang menjadi sasaran penertiban pertama,” katanya.
Usai rapat, Ketua Satgas PETI, Kompol Arisfianto, S.Sos. menjelaskan kepada wartawan, bahwa hasil rapat melakukan pendataan seluruh penambang di Kabupaten Madina.
“Data penambang dan lokasi nantinya akan kami sampaikan kepada Bupati Madina untuk mengambil tindakan selanjutnya,” pungkasnya. (OD-29)







