Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Aceh Tamiang, Safuan, yang didampingi Kabid Budidaya Perikanan selaku penanggung jawab teknis pengelolaan tambak klaster percontohan, TM. Saleh menjelaskan, saat ini udang vaname sudah berumur 36 hari, dengan ukuran rata-rata 3-3,5 gram tapi masih belum bisa dipanen.
“Perkiraan kami target panen parsial pertama nanti pada umur 65-70 hari dengan asumsi pada saat itu sudah 10 gram atau berukuran 100 ekor/kg,” jelasnya.
Setelah panen parsial satu, lanjutnya, maka tahap berikutnya akan melakukan parsial dua 15 hari setelah parsial satu, kemudian dilanjutkan dengan parsial tiga juga 15 hari dari parsial dua. Tujuan panen parsial ini, untuk mengurangi biomassa atau kepadatan yang ada, sehingga sisa udang di dalam tambak pertumbuhannya dapat mencapai angka maksimal.
“Panen akhirnya nanti setelah parsial satu, dua dan tiga baru yang terakhir panen akhir atau puncaknya,” paparnya.
Sementara panen parsial satu nanti ditargetkan DPKP Aceh Tamiang mampu keluar produksi 3 ton, parsial dua 3 ton dan parsial tiga 4 ton dengan asumsi tiga kali parsial 10 ton.
“Untuk panen akhir diasumsikan target kita ada 10 ton. Jadi keseluruhan target produksinya 20 ton,” tutup Safuan.
Tampak ikut mendampingi Bupati kemarin, Kabag Humas, Azwanil Fakhri, kabag Umum, T. Surya Sutrisna, Kasubbag RT & Protokol, Rheindi Fawzi Srg, serta Koordinator Dokumentasi dan Publikasi Humas, Rizky Ramadhani.
Reporter: Rusdi Hanafiah







