“Mengingat DAS Arakundo ini menjadi tanggungjawab pemerintah pusat, maka kita ikut menyampaikan kondisi terakhir pasca amblasnya jalan antar desa yang menghubungkan ke pusat ibukota kecamatan,” terang Rocky.
Disisi lain, Rocky juga menyampaikan kondisi abrasi pantai sepanjang 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, mulai dari Kecamatan Birem Bayeun hingga ke Madat. Hal itu dinilai perlu dibangun batu pemecah ombak, karena semakin lama abrasi semakin mengikis pemukiman penduduk.
Untuk mengatasi semua permasalahan kebencanaan, Rocky mengaku ikut mengusulkan beberapa titik pembangunan yang sifatnya mendadak, sehingga kedepan abrasi tidak lagi terjadi. “Abrasi DAS Arakundo, jika dibiarkan akan berdampak terhadap jalan dan jembatan negara di perbatasan Julok – Simpang Ulim,” papar Rocky.
Meskipun dalam suasana pandemi COVID-19, kita tetap siaga dalam menghadapi bencana alam berupa banjir dan longsor yang kerap terjadi setiap akhir tahun atau di awal tahun,” tutur Rocky seraya mengaku, Tim Gugus Tugas Aceh Timur juga terus bekerja mencegah penyebaran wabah COVID-19 di Aceh Timur.
Reporter : Rusdi Hanafiah








