Dua anak bangsa itu mengatakan harapan dan cita-cita mereka kelak berguna bagi nusa dan bangsa tercinta. Meski harapan itu agak sulit diwujudkan di tengah keterpurukan ekonomi keluarga. Namun, semangat melanjut sekolah masih sangat optimis.
“Kami masih mau sekolah untuk mewujudkan cita-cita kami. Berhubung sudah lama putus sekolah, seharusnya sudah tamat sekolah. Tapi itupun semoga ada solusi dan jawaban yang terbaik dari pemerintah. Kami hanya bisa berharap sekolah lagi,” harap Cantika.

“Harapanku ingin menggapai cita citaku hingga kelak nanti berguna bagi bangsa dan negara, terimakasih buat seluruh pihak yang telah peduli dengan kondisi kami, “sambung Cindy.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Rajuddin Sagala saat dikonfirmasi mengatakan anak putus sekolah ada berbagai sebab diantaranya lemahnya ekonomi orangtua dan kurangnya motivasi dari keluarganya serta minimnya perhatian pemerintah
Politisi PKS menilai pemerintah agar lebih fokus soal nasib anak putus sekolah sebab mereka adalah anak bangsa yang harus diperhatikan dan dibekali dengan pendidikan yang cukup.
“Pemerintah melalui Dinas Pendidikan bekerjasama dengan para guru, Wali murid agar mensosialisasikan pentingnya generasi memiliki pendidikan agar bisa bersaing dalam meraih pekerjaan, sehingga orangtua lebih memahami dampak anak putus sekolah dan betapa pentingnya pendidikan,” kata Rajuddin kepada orbitdigitaldaily.com, Senin (28/9/2020).







