Cegah Stunting, Maksimalkan Pemberian ASI Eksklusif dan Penggunaan Pil KB

Plt Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Kordinator Bidang KB BKKBN Prov Sumut, Kadis PPKB Kota Binjai, Ketua TP PKK Kota Binjai, Ketua IBI Kota Binjai saat acara peluncuran pil KB bagi ibu menyusui dalam mendukung ASI eksklusif guna mencegah stunting. (Foto/Ist).

Sedangkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Binjai, Drs.Afwan, Apt. MM mengatakan pihaknya yang merupakan ujung tombak di Kabupaten/ Kota artinya dengan adanya pil untuk ibu menyusui ini menambah pilihan KB bagi akseptor.

Binjai sebutnya saat ini sudah 72 persen peserta KBnya jadi dengan adanya pil ini nantinya bisa menambah persentase peserta KB di kota Binjai.

“Selama ini penggunaan pil ini dinilai negatif dimasyarakat misalnya dapat membuat kegemukan, air susu tidak lancar, haid terganggu jadi dengan adanya ini mungkin dengan petugas petugas lapangan kita nanti mensosialisasikan ini, ini bisa menjadi pilihan yang lebih aman bagi peserta akseptor dan bisa menambah peserta KB,” jelasnya.

Terkait angka stunting di Binjai dibandingkan angka Sumut masih terbilang rendah. Yaitu Sumut sekitar 25,8 persen sedangkan Binjai 21 persen.

“Kita lebih rendah dari Provinsi dan juga dibawah rata-rata nasional. Artinya dengan adanya ini bisa meningkatkan pendapatan keluarga sehingga dapat meningkatkan gizi masyarakat,” tandasnya.

Pada kesempatan yang digelar secara daring itu juga dilakukan temu wicara ibu pasca salin dan menyusui dengan Kepala BKKBN RI melalui video converence (Vidcon) yang diikuti peserta dari 3 Provinsi seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.